Suasana pertemuan antara guru dengan Pemprov Riau. Foto: Zar/Riau1.
RIAU1.COM -Memiliki beban kerja lebih dibandingkan dengan pekerja honorer lainnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, perwakilan guru kontrak menuntut agar mereka diberikan Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Lebaran Idul Fitri 1440 H tahun ini. Aksi ini mereka lakukan di Kantor Gubernur Riau, Rabu (29/5/2019).
Bentuk kekecewaan ini dilakukan setelah Pemprov Riau mengumumkan bahwa tidak ada pemberian THR bagi pekerja kontrak atau honorarium.
"Kami menuntut agar di tahun ini mendapatkan THR," kata Eko Wibowo, salah satu pengunjuk rasa.
Eko menuturkan THR diperlukan untuk menutup kebutuhan para guru di tengah minimnya upah dibanding dengan kondisi kebutuhan mereka saat ini.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Riau, Syumsuar secara tegas mengatakan, l THR guru honorer akan dianggarkan pada APBD-P mendatan. Karena hanya dengan cara itu yang diinginkan oleh para guru dapat dikabulkan.
"Kami ini bekerja setelah APBD berjalan, mohon sabar. Prosesnya semuanya ada. Artinya tidak bisa kita kabulkan tahun ini. Termasuk mengingat kemampuan anggaran daerah," jelasnya.
Selain menuntut THR, guru-guru ini juga menuntut soal gaji di bawah standar, dipermudah dalam penerimaan PPPK, jaminan kesehatan serta pelatihan.
Penulis: Azhar