Koordinator KPK Wilayah II Sumatera, Abdul Haris (Foto: Istimewa/antara)
RIAU1.COM - Kondisi ratusan kendaraan dinas yang sampai hari ini masih dikandangkan oleh Pemerintah Provinsi Riau tak hanya menarik perhatian warganya, namun juga dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Koordinator KPK Wilayah II Sumatera, Abdul Haris menyebutkan kini ratusan kendaraan dinas tersebut sudah tidak lagi bermasalah. Dirinya memastikan kondisi itu setelah menggelar pertemuan tertutup dengan Gubernur Riau, Senin, 30 Juli 2019 lalu.
"Untuk kendaraan dinas sudah kita follow up. Sudah diserahkan ke kepala dinas dan pejabat setingkat eselon III," sebutnya.
Selama satu minggu berada di Riau tak hanya kendaraan dinas, Haris menyebutkan juga akan menuntaskan masalah aset di Riau lainnya. Seperti Pasar Cik Puan dan Pujasera di Jalan Arifin Ahmad.
"Selama seminggu disini. Kita ingin menuntaskan terkait penyelesaian aset," jelasnya.
Menurutnya, penyelesaian pengerjaan Pasar Cik Puan akan dipegang langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau. Sementara untuk bangunan Pujasera yang berada di Jalan Arifin Ahmad menurutnya kedepan akan dimanfaatkan oleh Pemprov Riau untuk kepentingan kesenian dan kerajinan serta kebudayaan Riau.
Sementara itu pada kesempatan yang berbeda, Gubernur Riau, Syamsuar menyambut baik kedatangan tim dari komisi anti rasuah tersebut. Menurutnya, seluruh aset daerah saat ini tengah dipantau sehingga kedepan tidak ada lagi masalah pada hari berikutnya.