Ilustrasi
Gerak perekonomian di Provinsi Riau sebagian besar berasal dari sumber daya alam, yakni perkebunan kepala sawit dan migas.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Riau, Syamsuar belum lama ini di Pekanbaru.
Sawit, sebut dia, merupakan salah satu komoditas yang memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia khususnya Riau, bahkan komoditas yang satu ini juga berperan baik dari aspek ekonomi.
Sebab itu, Syamsuar berharap, sebagai daerah penghasil sawit dan migas terbesar di Indonesia, dia tidak ingin ekspornya berhenti. Sebab itu akan berdampak buruk bagi perekonomian masyarakat Riau.
"Seperti sekarang ini, Riau kenapa ekonominya bagus karena harga sawit kita juga bagus. Sebagian besar masyarakat di Riau bergantung pada sawit, karena itu yang namanya ekspor tidak boleh berhenti. Karena kalau berhenti akan berpengaruh pada ekonomi masyarakat secara luas," katanya.
Dia juga menyampaikan bahwa menggelar rapat bersama Menko Perekonomian, Airlangga Hartanto. Menko sebut Syamsuar mengatakan, yang berkaitan dengan ekspor harus terus berjalan, karena kalau sempat ekspor terhenti, maka akan berpengaruh pada Crude Palm Oil (CPO). Sehingga berdampak pada harga sawit yang akhirnya akan menyusahkan masyarakat di Riau.
"Ini semua tidak boleh berhenti ekspornya, karena itu menyangkut dengan ekonomi masyarakat kita di Riau baik secara nasional maupun internasional," demikian Syamsuar.