Selasa, 09 Agustus 2022

RIAU

Kemenhub Harusnya Sudah Buka Penerbangan Internasional Bandara SSK II Pekanbaru

news24xx


Bandara SSK II Pekanbaru  Bandara SSK II Pekanbaru

RIAU1.COM - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) didesak untuk segera membuka penerbangan internasional dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Baca Juga: Berikut Gambaran Pendapatan Pemkab Inhil Tahun 2023

Gubernur Riau Syamsuar menyatakan hal itu di depan pertemuan dengan Gubernur se-Sumatera pada agenda rapat koordinasi. 

Syamsuar menyebutkan sudah banyak pihak mengeluhkan kondisi itu dan mendesak dirinya untuk meminta kepada pemerintah pusat segera membuka bandara untuk penerbangan internasional.

"Sudah banyak keluhan saya terima banyak juga permintaan langsung, jadi investor yang ke Riau dan yang ada di sini itu tidak bisa mengundang mitranya dari luar negeri untuk langsung ke Pekanbaru, karena bandara masih belum bisa melayani penerbangan internasional," ujarnya Jumat (1/7).

Dia melanjutkan saat berkunjung ke Malaysia beberapa waktu lalu, sempat berdiskusi langsung dengan duta besar di Malaysia dan dubes itu berkomunikasi langsung dengan Kemenhub.

Diketahui alasan yang disampaikan kepada dubes itu adalah masih terbatasnya maskapai penerbangan nasional untuk melayani penerbangan internasional.

Syamsuar menyebutkan kalau memang maskapai lokal tidak sanggup, pihaknya sudah menerima langsung permintaan dari maskapai luar negeri seperti Air Asia dan juga Saudi Arabia Airlines yang ingin membuka penerbangan langsung ke Pekanbaru.

"Padahal saat ini momen yang tepat untuk membuka penerbangan internasional serta akan mendorong pemulihan ekonomi nasional, jadi harapan kami tolong sampaikan pak Wamendagri kepada Menhub agar segera penerbangan di Bandara Pekanbaru dibuka untuk internasional," ujarnya.

Syamsuar juga menekankan bahwa saat ini yang sudah dibuka adalah penyeberangan internasional Dumai-Melaka. 

Baca Juga: Luar Biasa, Ternyata Atlet NPC Kampar Sumbang 14 Medali di Asean Para Games 2022

Namun karena baru itu yang dibuka, akhirnya masyarakat harus antre lama sampai berminggu-minggu untuk bisa menyeberang ke negara tetangga.*
 





loading...
Loading...