Akses Air Minum Layak di Riau Masih Rendah, BPKP Ungkap Mayoritas Warga Belum Terlayani

10 Maret 2026
Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Riau Evenri Sihombing. Foto: Istimewa.

Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Riau Evenri Sihombing. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Kondisi akses air minum layak masih menjadi perhatian serius di Provinsi Riau. Berdasarkan data Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau, sebagian besar penduduk di daerah ini belum menikmati layanan air minum yang memadai.

Dalam pemaparan mengenai kondisi akses air minum perpipaan dan nonperpipaan tahun 2025 di Gedung Daerah Riau, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau Evenri Sihombing, Kamis (5/3/2026), menjelaskan, dari total penduduk Provinsi Riau yang mencapai 6.841.433 jiwa, hanya sebagian kecil yang telah memperoleh akses air minum layak. Rinciannya, penduduk yang memiliki akses air minum layak melalui jaringan perpipaan tercatat sebanyak 1.126.189 jiwa. 

"Sementara itu, penduduk yang memperoleh akses air minum layak melalui sistem nonperpipaan mencapai 1.333.102 jiwa. Dengan demikian, total masyarakat yang telah mendapatkan akses air minum layak baru mencapai 35,95 persen dari keseluruhan jumlah penduduk," katanya.

Sebaliknya, sekitar 4.382.142 jiwa atau 64,05 persen penduduk Riau masih belum memiliki akses air minum yang layak. Selain itu, data cakupan pelayanan air minum oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) atau Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di sejumlah kabupaten dan kota di Riau pada tahun 2024 juga menunjukkan tingkat pelayanan yang masih terbatas.

Di Kabupaten Kampar, dari jumlah penduduk 898.973 jiwa, layanan Perumdam Tirta Kampar baru menjangkau 38.782 jiwa.

Kemudian di Kabupaten Bengkalis, dari total 681.884 jiwa, pelanggan yang terlayani oleh Perumdam Tirta Terubuk tercatat sebanyak 58.474 jiwa. Sementara itu di Kabupaten Indragiri Hilir, dari jumlah penduduk 713.294 jiwa, layanan Perumdam Tirta Indragiri baru menjangkau 33.813 jiwa.

"Di Kabupaten Indragiri Hulu, dari total 487.039 jiwa, masyarakat yang telah terlayani oleh Perumdam Tirta Indra sebanyak 48.260 jiwa," ungkap Evenri.

Kondisi serupa juga terlihat di wilayah perkotaan. Di Kota Dumai, dari jumlah penduduk 349.389 jiwa, layanan Perumdam Tirta Dumai Bersemai baru menjangkau 31.246 jiwa.

"Adapun di Kota Pekanbaru, yang memiliki jumlah penduduk 1.167.599 jiwa, layanan Perumda Tirta Siak baru mampu melayani 10.759 jiwa," sebut Evenri.

Data tersebut menunjukkan masih besarnya tantangan dalam penyediaan layanan air minum yang layak bagi masyarakat di Provinsi Riau. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih serius dari pemerintah daerah, perusahaan daerah air minum, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas cakupan layanan air minum agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.