
Gubernur Riau, Abdul Wahid
RIAU1.COM - Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid mengatakan bahwa birokrasi yang solid merupakan kunci dari pelayanan yang maksimal. Menurutnya, Sekda Riau Syahrial Abdi dinilai sebagai motor penggerak birokrasi memiliki tanggung jawab besar dalam mengonsolidasikan kepentingan pemerintah daerah maupun pusat.
“Kita sudah melantik pada hari ini Sekda Riau dalam rangka memberikan kepastian terhadap pelayanan birokrasi, pelayanan kepada masyarakat yang lebih maksimal. Tentu dengan kerja-kerja Sekda yang sudah definitif, saya rasa lebih maksimal dan lebih bisa mengkonsolidir semua kepentingan dengan baik,” katanya.
Ia menjelaskan, hadirnya sekda definitif juga menjawab keraguan publik terkait kesinambungan jalannya roda pemerintahan. Dengan kepastian jabatan ini, Abdul Wahid optimistis program prioritas daerah dapat dijalankan lebih cepat dan efektif.
Sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, Abdul Wahid mengingatkan bahwa pemerintah provinsi memiliki peran penting untuk memastikan kabupaten dan kota sebagai daerah otonom tetap mendapat pelayanan yang merata.
“Kami sebagai gubernur, perwakilan pemerintah pusat di daerah, tentu untuk melayani daerah-daerah otonom yang ada di pemerintah provinsi seperti kabupaten, kota, maksimal mungkin terlayani,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti persoalan defisit anggaran yang tengah dihadapi Pemprov Riau. Menurutnya, pemerintah sudah melakukan pemetaan dan penyusunan formula agar keterbatasan tersebut tidak menghambat pembangunan.
“Defisit anggaran ini sudah kita petakan, sudah kita formulasikan, apa saja yang harus kita lakukan,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menerangkan bahwa meski anggaran terbatas, pemerintah tetap fokus pada sektor-sektor vital yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ada tiga bidang yang menjadi prioritas utama, yakni pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan.
“Mulai dari pendidikan, infrastruktur menjaga fungsionalnya. Tentu bidang kesehatan menjadi penting, termasuk stunting. Nah, tiga komponen inilah dulu yang perlu kita selamatkan,” terangnya.
Diungkapkan, fokus pada tiga sektor strategis ini merupakan langkah realistis sekaligus pondasi bagi pembangunan di sektor lain. Ia menegaskan, tidak perlu muluk-muluk dalam visi pembangunan, karena keberhasilan di bidang dasar akan berdampak pada berjalannya roda ekonomi.
“Saya tidak muluk-muluk, yang penting tiga ini saja berjalan dengan maksimal. Sehingga bisa nanti mendorong yang lain-lainnya. Insyaallah roda ekonomi akan terus berjalan,” ungkapnya.*