Kadisdik tak Ingin Ada Perlakuan Diskriminatif Siswa di Riau

5 Februari 2026
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Riau Erisman Yahya

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Riau Erisman Yahya

RIAU1.COM - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Riau Erisman Yahya menekankan peran aktif dari pendidik, tenaga kependidikan serta orang tua untuk dapat mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal. 

“Jika kita mampu menumbuh kembangkan ruang aman dan nyaman di sekolah, maka tentu tidak akan ada lagi kekerasan fisik, psikologis dan tidak akan ada lagi namanya bullying maupun perlakuan diskriminatif bagi para siswa di sekolahnya,” kata Erisman Yahya, Kamis (5/2/2025). 

Seminar pendidikan tersebut, mengangkat tema “Tumbuh Kembangkan Rasa Aman, Nyaman, Menyenangkan dan Berbudaya Prestasi Peserta Didik di Sekolah”. Untuk diketahui, seminar ini diikuti oleh 250 kepala sekolah dari 12 kabupaten kota se-Riau.

Sejalan dengan itu, ia mengungkapkan bahwasanya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah resmi mengeluarkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. 

“Regulasi ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, kondusif, dan bebas dari kekerasan bagi seluruh warga sekolah. Melalui kebijakan ini kita berharap peran aktif bagi tenaga kependidikan untuk mendukung tumbuh kembang siswa di sekolah,” terangnya.

Pihaknya berharap melalui Permendikbudrismen ini tidak ada lagi bullying dan perlakuan diskriminatif, sehingga anak-anak bisa mengekspresikan diri di sekolah.

“Kalau anak-anak bisa tumbuh dan berkembang dalam suasana aman, nyaman serta tidak ada diskriminasi, maka mereka bisa mewujudkan apa yg dicita-citakan tanpa rasa takut dan rasa tidak percaya diri akibat perlakuan diskriminatif yang didapatinya,” harap Erisman.

Namun, untuk mewujudkan itu semua, Erisman merasa perlu kerjasama dan support dari seluruh stakeholder terkait untuk bersama-sama mendukung Pemendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman tersebut. 

“Pentingnya kolaborasi kita semua, ini tidak hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah, para guru tetapi seluruh komite dan warga sekolah. Jadi perlu, tentunya perlu perhatian kita semua termasuk memberikan keteladanan kepada para murid, serta kita juga harus bisa mengontrol anak-anak kita dalam berliterasi di lingkungan sekolah,” katanya.

Selain itu, ia merasa tema yang diangkat tentang “Rasa Aman, Nyaman, Menyenangkan, dan Budaya Prestasi” sangat relevan dengan tantangan sekaligus arah kebijakan pembangunan pendidikan yang sedang di jalankan di Provinsi Riau.

“Saya berharap seminar pendidikan ini tidak berhenti pada diskusi saja, namun dapat menghasilkan rekomendasi akademik yang aplikatif dan mudah diimplementasikan. Sehingga bisa memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Riau hingga tahun 2029 mendatang,” tandas Erisman.*