Pemprov Riau Akui Ada Dampak Negatif Perkebunan Sawit

Pemprov Riau Akui Ada Dampak Negatif Perkebunan Sawit

7 Juli 2024
Asisten II Setdaprov Riau, M Job Kurniawan

Asisten II Setdaprov Riau, M Job Kurniawan

RIAU1.COM - Rapat koordinasi daerah (Rakorda) hilirisasi investasi strategis sektor perkebunan, kelautan, perikanan dan kehutanan di Pekanbaru dihadiri Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, M Job Kurniawan.

Riau sebagai daerah dengan perkebunan sawit terluas di Indonesia, sektor utama yang dibahas pada Rakorda tersebut adalah sawit.

Job mengatakan, ada dua dampak terhadap masyarakat jika investasi sawit meningkat di Provinsi Riau, yaitu dampak positif dan negatif yang tidak dapat terelakkan.

Dikatakan dia, dampak positif terhadap masyarakat sekitar adalah penambahan lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Sedangkan dampak negatifnya adalah pencemaran lingkungan dari limbah produksinya.

Job sampaikan, bukan hanya buahnya saja yang bisa dimanfaatkan dari kelapa sawit. Namun, dengan mengetahui cara mengolahnya maka limbahnya pun dapat dimanfaatkan.

"Limbah-limbah sawit bisa kita ubah menjadi hal yang bermanfaat. Tidak hanya buah ya, tapi limbahnya juga bisa," ucapnya belum lama ini.

Untuk mengurangi pencemaran lingkungan, Job Kurniawan memaparkan ke arah mana limbah tersebut dapat dimanfaatkan. Mulai dari cangkang dan serabut sawit sebagai bahan bakar, juga janjang kosong sebagai pupuk.

"Serabut dan cangkang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar, ada boiler. Air limbah bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi biogas dari penangkapan metan," terangnya.

Job sampaikan, pengolahan limbah ini bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Jika ada kemauan pasti bisa dilakukan.

"Kalau semuanya mau bekerja sama, pasti bisa,"tutur Job.*