Ilustrasi/net
RIAU1.COM - Pemerintah Provinsi Riau menegaskan arah baru pembangunan daerah yang tidak lagi semata-mata bertumpu pada komoditas, melainkan berorientasi pada sistem terintegrasi lintas sektor. Pendekatan ini dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi, mengatakan bahwa konsep pembangunan ke depan akan menghubungkan sektor perkebunan dan peternakan dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Hal ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi berkelanjutan.
“Kedepan, pembangunan Riau tidak hanya fokus kepada komoditas tetapi pada sistem terintegrasi. Tentunya melalui peningkatannya kita menghubungkan sektor perkebunan sebagai basis lahan dan pakan dengan sektor peternakan sebagai sumber protein dan nilai tambah ekonomi,” katanya di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, integrasi tersebut memungkinkan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien. Langkah ini juga telah dituangkan secara konkret dalam dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Riau tahun 2025-2029.
“Dalam RPJMD 2025-2029, kami telah menetapkan arah kebijakan yaitu peningkatan populasi ternak sapi secara berkelanjutan, penguatan kawasan peternakan berbasis integrasi serta pembangunan sistem produksi yang efisien dan berbasis inovasi,” jelasnya.
Diterangkan, kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga membangun sistem yang mampu bertahan dalam jangka panjang dengan dukungan teknologi dan inovasi.
Ia menambahkan, pertanian terintegrasi merupakan masa depan pembangunan sektor agrikultur, khususnya di daerah dengan potensi besar seperti Riau yang memiliki kekuatan di sektor perkebunan kelapa sawit.
“Kami yakin bidang pertanian terintegrasi adalah masa depan yang menjadi ekosistem jangka panjang,” terangnya.
Lebih lanjut, Sekda Riau Syahrial Abdi menyambut positif kehadiran forum ilmiah yang membahas integrasi sektor pertanian dan peternakan. Hal tersebut karena dinilai mampu menjadi wadah pertukaran gagasan hingga inovasi.
“Sehingga kami menyambut baik forum ini karena menjadi ruang berbagi pengetahuan dan inovasi serta jembatan memperkuat kemitraan,” tuturnya.
Ia berharap, hasil dari pertemuan ini dapat memberikan rekomendasi konkret yang bisa diimplementasikan dalam pengembangan sistem integrasi di Riau. Dengan komitmen bersama, Pemerintah Provinsi Riau optimistis mampu menciptakan model pembangunan pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Kami berharap pertemuan ini dapat menjadi rekomendasi dalam membangun sistem integrasi sapi dan kelapa sawit yang berdaya saing,” pungkasnya.*