Pertemuan Pemprov Riau dengan pimpinan PHR
RIAU1.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menerima audiensi jajaran manajemen PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, pada Jumat (14/8/2026). Pertemuan tersebut digelar guna memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan daerah serta memastikan keberlanjutan kontribusi industri minyak dan gas bumi (migas) bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyambut kedatangan jajaran pimpinan PHR sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih erat antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan. Langkah ini dinilai penting untuk menyatukan komitmen bersama dalam mendorong percepatan pembangunan di Provinsi Riau.
"Terima kasih sudah datang ke sini, saya senang bisa bersilaturahmi dengan Pak Direktur serta jajarannya karena sudah lama kita tidak bertemu," ujar Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, pada Jumat (14/8/2026).
SF Hariyanto menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di daerah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah secara mandiri tanpa keterlibatan pihak swasta. Pihaknya mengharapkan kontribusi nyata dari PHR, khususnya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk perbaikan jalan rusak di wilayah kerja perusahaan.
"Kita tahu bersama untuk membangun Riau ini tentu tidak bisa dilakukan sendiri, diperlukan sinergi dan kolaborasi," kata SF Hariyanto dalam pertemuan tersebut.
Pemprov Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang tergabung dalam Tim Satgas juga menyatakan kesiapannya dalam membantu mengatasi berbagai kendala operasional PHR. Pihak perusahaan diimbau untuk aktif berkoordinasi guna mencari solusi bersama demi percepatan produksi migas nasional.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhammad Arifin, mengapresiasi dukungan Pemprov Riau terhadap kelancaran kegiatan operasional perusahaan di wilayah Riau. Pihaknya juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait persetujuan ketentuan fiskal (fiscal terms) baru dari pemerintah pusat untuk operasional PHR.
"Alhamdulillah kita bisa bertemu hari ini, kami mengucapkan syukur karena pemerintah telah menyetujui fiscal terms yang baru untuk operasional kami," kata Muhammad Arifin menegaskan penyesuaian ketentuan fiskal tersebut mengikuti dinamika peningkatan produksi migas.*