General Manager sekaligus Plt Direktur PT BSP Raihan. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -PT Bumi Siak Pusako (BSP) membagikan dividen interim kepada para pemegang saham yang berasal lima pemerintah daerah (pemda) di Riau. Pembagian tersebut dilakukan berdasarkan porsi kepemilikan saham masing-masing pemegang saham.
General Manager sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PT BSP Raihan di Hotel Novotel Pekanbaru, Selasa (10/3/2026), menjelaskan, komposisi pembagian dividen mengikuti proporsi saham yang dimiliki setiap pemerintah daerah. Para pemegang saham perusahaan tersebut antara lain Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Siak, Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Pemerintah Kabupaten Kampar, serta Pemerintah Kota Pekanbaru.
Porsi kepemilikan terbesar berada pada Pemerintah Kabupaten Siak dengan kisaran sekitar 72 persen. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau memiliki porsi sekitar 12 persen. Sedangkan pemda lainnya memiliki persentase yang berbeda sesuai komposisi saham.
“Pembagian dividen dilakukan sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing pemegang saham,” kata Raihan.
Dividen yang dibagikan saat ini merupakan dividen interim atau pembagian laba sementara yang berasal dari hasil kinerja perusahaan pada tahun 2025. Pembagian tersebut dilakukan sebelum laporan keuangan perusahaan diaudit secara resmi.
Secara umum, pembagian dividen perusahaan harus melalui proses audit laporan keuangan terlebih dahulu. Setelah audit selesai, hasilnya akan dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan untuk menetapkan besaran laba bersih serta pembagian dividen final.
“Dalam RUPS tahunan nanti akan diputuskan berapa laba bersih yang diperoleh perusahaan. Dari laba tersebut akan disisihkan terlebih dahulu untuk beberapa keperluan, termasuk program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Setelah itu barulah sisanya dibagikan sebagai dividen,” jelas Raihan.
Karena adanya kebutuhan likuiditas mendesak dari salah satu pemegang saham, khususnya Pemerintah Kabupaten Siak, para pemegang saham sepakat untuk membagikan dividen sementara terlebih dahulu. Angka dividen interim yang ditetapkan telah diperhitungkan secara hati-hati agar tidak melebihi nilai dividen final yang nantinya akan ditetapkan setelah proses audit selesai.
“Kami mengambil angka yang aman. Sehingga tidak akan lebih besar dari angka dividen final nantinya,” sebutnya.
Selain membahas pembagian dividen, Raihan juga memaparkan sejumlah langkah yang dilakukan perusahaan untuk menjaga kinerja operasional. Saat ini, PT BSP masih menghadapi sejumlah tantangan.
Sehingga, berbagai upaya efisiensi terus dilakukan. Beberapa langkah yang ditempuh antara lain menyusun ulang program kerja perusahaan, melakukan negosiasi ulang terhadap kontrak yang masih berjalan, serta meminta relaksasi kepada pemerintah terkait beberapa kewajiban perusahaan.
“Upaya ini lebih kepada efisiensi anggaran. Agar, perusahaan tetap dapat bertahan dan tidak mengalami kerugian seperti tahun sebelumnya,” ungkap Raihan.
Di sisi lain, perusahaan juga terus menyiapkan solusi jangka panjang untuk menekan biaya operasional. Salah satu upaya yang sedang dipersiapkan adalah pembangunan pipa penyalur minyak.
"Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study. Selain itu, PT BSP juga tengah mencari mitra untuk pelaksanaan kerja sama kegiatan pengelolaan yang sedang dirancang," tutur Raihan.
Ia mengibaratkan kondisi perusahaan saat ini seperti seseorang yang sedang mengalami demam. Langkah yang dilakukan perusahaan untuk sementara waktu adalah mengatasi gejala terlebih dahulu agar kondisi tidak semakin memburuk.
“Langkah yang kami lakukan sekarang adalah menurunkan ‘demamnya’ terlebih dahulu. Supaya, perusahaan tidak kembali mengalami kerugian,” kata Raihan lagi.
Solusi permanen untuk meningkatkan kinerja perusahaan adalah menurunkan biaya operasional. Salah satu cara yang dinilai paling efektif adalah dengan membangun pipa penyalur minyak.