Senin, 14 Juni 2021

ADVERTORIAL

Tekan Penyebaran Covid-19, Pemko Pekanbaru Gencar Vaksinasi Massal hingga ke Lingkungan RT

news24xx


Wali Kota Pekanbaru Firdaus saat melepas 5 bus vaksinasi keliling di halaman Mal Pelayanan Publik, Kamis (27/5/2021). Foto: Surya/Riau1. Wali Kota Pekanbaru Firdaus saat melepas 5 bus vaksinasi keliling di halaman Mal Pelayanan Publik, Kamis (27/5/2021). Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM - Penyebaran kasus Covid-19 cukup tinggi selama bulan Ramadan di Pekanbaru, termasuk Provinsi Riau. Bahkan, Provinsi Riau berada di peringkat teratas dari Provinsi lain di Indonesia.

Peningkatan penularan Covid-19 ini menarik perhatian pemerintah pusat. Bahkan, informasi berupa data sebaran Covid-19 sampai ke tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Presiden Jokowi menunjukkan keprihatinannya kepada Provinsi Riau dengan berkunjung ke Pekanbaru pada 19 Mei 2021 lalu. Saat meninjau proses vaksinasi massal di Gelanggang Remaja, Presiden Jokowi menjanjikan Provinsi Riau mendapatkan 100.000 dosis vaksin Sinovac. 

Hal ini guna menekan penularan virus corona. Karena, sebaran virus corona membuat perekonomian Riau jatuh ke titik terendah pada kuartal pertama pada 2021 ini.

Janji itu ditepati Presiden Jokowi dengan mengirim 100.000 dosis ke Pemprov Riau pada 21 Mei. Vaksin tersebut disalurkan Pemprov Riau ke Pemko Pekanbaru 50.000 dosis dan Pemko Dumai 50.000 dosis. 

Mendapat vaksin dalam jumlah banyak, Pemko Pekanbaru menggencarkan vaksinasi massal di beberapa lokasi yang telah ditentukan. Bahkan, Pemko Pekanbaru membuat terobosan dengan meluncurkan lima bus vaksinasi keliling guna menjangkau warga hingga ke lingkungan Rumah Tangga (RT).

Bus juga berfungsi sebagai bentuk sosialisasi kepada warga Pekanbaru bahwa vaksin Sinovac ini aman bagi tubuh. Tak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga membuat terobosan lainnya dengan melakukan vaksinasi massal di Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) dan Universitas Islam Riau (UIR). 

Vaksinasi massal 50.000 dosis itu terus berlanjut. Sekitar 15.000 pengurus dan imam masjid direncakan divaksin di Masjid Agung An Nur pada 30 Mei. 

Wali Kota Pekanbaru Firdaus usai melepas 5 bus vaksinasi keliling di halaman Mal Pelayanan Publik, Kamis (27/5/2021), mengatakan, kerja keras Pemko Pekanbaru dalam menekan penyebaran virus corona ternyata belum membuahkan hasil. Buktinya, Riau (termasuk Pekanbaru) berada di peringkat atas dalam penularan virus corona. Bahkan, Provinsi Riau tertinggi penularan Covid-19 di Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat prihatin dengan kenaikan penularan Covid-19 di Riau.

"Sehingga, beliau melakukan kunjungan kerja pada 19 Mei lalu. Beliau memberikan semangat dan dorongan kepada kita semua. Agar, kita bersama-sama melakukan memerangi Covid-19," ungkapnya. 

Presiden Jokowi mengirimkan 100.000 dosis vaksin bagi Provinsi Riau. Sebanyak 50.000 dosis untuk Pemko Pekanbaru dan 50.000 dosis lagi untuk Kota Dumai pekan lalu. 

Di samping pelayanan reguler setiap hari di 21 puskesmas dan 27 rumah sakit serta beberapa klinik yang telah dikerjasamakan, Pemko Pekanbaru juga melaksanakan vaksinasi massal menggunakan 50.000 dosis yang diterima dari pemerintah pusat. Vaksinasi massal dilakukan di tempat-tempat yang sudah ditentukan seperti Hotel Novotel, Hotel Furaya, Gedung Guru Kota Pekanbaru, halaman Stadion Kaharuddin Nasution.

"Kami juga melakukan vaksinasi massal bagi tenaga pengajar dan penunjang pendidikan di Kampus UIN Suska dengan target 1.500 orang. Bila ditambah keluarganya, sekitar 5000 orang. Mahasiswanya 32.000 orang," urai Firdaus. 

Bila Kampus UIN Suska ingin menggelar belajar tatap muka, maka seluruh mahasiswanya wajib divaksin.  Masyarakat di sekitar kampus juga wajib divaksin. 

"Kami juga melaksanakan vaksinasi di Kampus UIR juga 1.500 orang dengan jumlah mahasiswanya lebih dari 30.000 orang. Khusus kampus-kampus besar, kami akan menyediakan 50.000 dosis," tutur Firdaus. 

Pemko Pekanbaru juga sudah melaporkan ke Presiden Jokowi bahwa dibutuhkan 100.000 dosis setiap bulan hingga akhir Desember 2021. Supaya, vaksinasi dapat diselesaikan tepat waktu. 

Di samping vaksinasi massal di kampus dan lokasi yang ditentukan, Pemko Pekanbaru juga menyediakan pelayanan keliling untuk memperkuat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Jadi, kekuatan Pemko Pekanbaru dalam memberantas dan memerangi Covid-19, basisnya adalah di RW dan kelurahan. 

Maka, posko PPKM yang dikoordinir oleh para camat diawasi oleh TNI dan Polri serta tim Satgas Covid-19 merupakan benteng utama. Kemudian, bus vaksinasi keliling adalah bagian dari penguatan benteng tersebut yang akan dapat melayani vaksinasi ke lingkungan RT dan RW yang masih zona merah. Upaya maksimal yang disediakan tidak akan cukup bila tak didukung secara maksimal oleh semua elemen masyarakat bersama tim Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru didukung tim Satgas Covid 19 Provinsi Riau.

"Mari sama-sama kita menekan Covid-19. Di samping harus menekan penularan Covid-19 di satu sisi, di sisi lain kami juga diberi target oleh Presiden Jokowi bahwa kuartal II dan III perekonomian diharapkan tumbuh 7 persen. Karena, pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau 0,4 persen di kuartal pertama," jelas Firdaus. 

Untuk itu, warga harus tetap mematuhi tindakan pencegahan penyebaran corona. Warga Pekanbaru harus disiplin yang tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan di air mengalir dengan sabun, menghindari kerumunan, dan mengurangi perjalanan yang tidak penting (5M). Kemudian, pemerintah melaksanakan Testing (pemeriksaan dini), Tracing (penelusuran untuk setiap pasien yang positif), Treatment (perawatan) atau 3T.

"Langkah berikutnya adalah membangun kekebalan komunitas melalui vaksinasi. Dari 1.136.000 warga Pekanbaru yang tercatat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), wajib divaksin 730.000 orang," pungkas Firdaus. (Advertorial)





loading...
Loading...