Rabu, 08 Juli 2020

BISNIS

9 Hal ini Sebabkan Riau Alami Inflasi 0,54 persen

news24xx


Ilustrasi Ilustrasi

RIAU1.COM - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Misfaruddin mengungkapkan, bulan Mei 2020 kemarin Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 0,54 persen.

Dijelaskannya, inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 9 indeks kelompok pengeluaran.

"Seperti kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 1,49 persen, diikuti kelompok transportasi sebesar 1,10 persen," kata Misfarudin, Rabu 3 Juni 2020.

"Kemudian kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,96 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,81 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,22 persen," jelasnya.

Baca Juga: Jajaran Komisaris dan Direksi Bank Riau Kepri Masih Belum Diputuskan, OJK Sebut Begini

www.jualbuy.com

Ia menambahkan, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,20 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,10 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,04 persen dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,02 persen.

Di sisi lain, lanjutnya, satu kelompok mengalami deflasi yaitu perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar -0,13 persen.

"Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga relatif stabil dibanding bulan sebelumnya," tambahnya.

Baca Juga: Ini Rincian Harga TBS Sawit di Riau Periode 8 Juli 2020 Hingga Sepekan Kedepan

"Komoditas yang memberikan andil peningkatan harga pada Mei 2020, adalah bawang merah, ayam hidup, telepon seluler, daging ayam ras, tarif kendaraan travel, udang basah, petai, sepeda motor, wortel, angkutan antar kota, tarif dokter umum dan ikan tongkol," sebutnya.

Sementara itu, komoditas yang memberikan andil penurunan harga adalah cabai merah, telur ayam ras, bawang putih, gula pasir, kentang, emas perhiasan dan minyak goreng.

"Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi, yaitu Kota Pekanbaru sebesar 0,44 persen, Kota Dumai sebesar 0,95 persen dan Kota Tembilahan sebesar 0,62 persen," pungkasnya.





loading...
Loading...