Ilustrasi/Net
RIAU1.COM - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini, Senin (27/7/2026) semakin dalam. Kondisi terjadi di tengah pengumuman mengejutkan dari pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
Merujuk data Refinitiv, pada pukul 10.55 WIB, rupiah kembali menembus level psikologisnya di Rp18.000/US$ atau terdepresiasi sebesar 0,36%.
Tekanan terhadap mata uang Garuda semakin dalam dibandingkan dengan pembukaan perdagangan pagi tadi. Rupiah sebelumnya dibuka melemah 0,14% ke posisi Rp17.960/US$.
Pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (24/7/2026), rupiah juga ditutup di zona merah dengan melemah 0,25% ke level Rp17.935/US$.
Pelemahan rupiah terjadi ketika indeks dolar AS (DXY) justru tengah terkoreksi. Pada pukul 09.00 WIB, DXY melemah 0,29% ke posisi 101,177.
Pergerakan ini terjadi di tengah perhatian pasar terhadap pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia (BI). Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur BI pada Sabtu (25/7/2026) dengan alasan pribadi.
Dewan Gubernur BI kemudian menetapkan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pejabat Gubernur sementara dalam rapat yang digelar pada Ahad (26/7/2026).
Destry menegaskan bahwa pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan di BI akan tetap berjalan secara kolektif dan kolegial.
"Bank Indonesia akan selalu memastikan keberlangsungan tugas dan wewenang untuk mencapai stabilitas nilai tukar rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," papar Destry dalam konferensi pers, Senin (27/7/2026) yang dimuat CNBCIndonesia.com.