Ilustrasi/net
RIAU1.COM - Para orang tua perlu memperhatikan dengan seksama kebiasaan tidur anak-anaknya. Karena kebiasaan begadang bisa berdampak pada tumbuh tinggi anak.
Dosen dari Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Ditia Gilang Shah Putra Rahim menjelaskan anak yang kurang tidur berisiko memiliki badan yang lebih pendek.
"Benar. Kebiasaan tidur terlalu malam dapat memengaruhi tinggi badan anak. Anak yang kurang tidur berisiko memiliki tinggi badan yang lebih pendek. Hal ini berhubungan dengan produksi hormon pertumbuhan yang paling banyak keluar selama anak tidur," ujarnya dikutip dari laman resmi IPB, Ahad (23/8/2026) yang dimuat CNBCIndoensia.com.
Sebagai informasi, produksi hormon pertumbuhan dilakukan oleh kelenjar pituitari di otak. Puncak proses ini terjadi saat fase deep slow-wave sleep (SWS), bagian dari fase tidur non-rapid eye movement (NREM).
Saat fase tersebut terjadi pelepasan hormon pertumbuhan ke aliran darah menuju kejaringan. Peranannya untuk memperbaiki jaringan, membangun otot dan memperkuat tulang.
Dia juga menjelaskan pertumbuhan optimal perlu dipersiapkan sejak sebelum pubertas, yakni saat lonjakan pertumbuhan tinggi. Ini bisa dilakukan dengan pola hidup sehat.
Selain tidur cukup, perlu juga asupan gizi seimbang. Terdiri dari zat gizi makro dan mikro seimbang bukan hanya susu saja.
Untuk mendukung pertumbuhan tulang, anak memerlukan karbohidrat komplek, protein hewani lemak, vitamin D, vitamin K, kalsium, zink, magneisum dan fosfor.
Oang tua perlu membangun kebiasaan hidup sehat. Mulai dari menjaga pola makan bergizi, menerapkan jadwal tidur, dan aktivitas fisik.
Terakhir adalah menghentikan penggunaan gawai satu jam sebelum waktu tidur.*
