Bukan Hanya Air Putih, Ini Minuman Terbaik untuk Kesehatan Ginjal

26 Oktober 2026
Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Jumlah penderita penyakit ginjal kronis mencapai lebih dari 700 ribu orang di Indonesia, dengan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat lebih dari 200 ribu pasien aktif menjalani terapi cuci darah (hemodialisis) rutin. Menjaga kesehatan ginjal tidak hanya bergantung pada makanan, tetapi juga kecukupan cairan setiap hari.

Memilih minuman yang tepat membantu memenuhi kebutuhan cairan tanpa tambahan gula atau bahan yang berpotensi merugikan ginjal. Berikut ini lima minuman yang dapat menjadi pilihan untuk mendukung kesehatan ginjal, dilansir Republika dari laman Very Well Health, Sabtu (24/10/2026):

1. Air putih

Air putih merupakan pilihan terbaik karena membantu ginjal menyaring limbah dari darah, menjaga keseimbangan mineral dan cairan, serta membuang zat sisa melalui urine. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), minum cukup cairan, terutama air putih, merupakan langkah terpenting dalam pola makan untuk mencegah batu ginjal.

Air putih juga bebas gula, kalori, dan kafein sehingga tidak mengganggu tidur. Namun, minum air putih secara berlebihan tidak serta-merta membuat ginjal lebih sehat. Kebiasaan ini justru dapat menyebabkan Anda lebih sering buang air kecil pada malam hari.

Bagi penderita penyakit ginjal kronis (CKD) stadium lanjut, kelebihan cairan juga dapat membahayakan kesehatan karena fungsi ginjal dalam membuang cairan sudah menurun. Oleh karena itu, sesuaikan asupan cairan dengan kondisi tubuh dan anjuran tenaga kesehatan.

2. Air berkabonasi atau sparkling water

Air berkarbonasi tanpa pemanis dapat menghidrasi tubuh sama efektifnya dengan air putih dan menjadi alternatif minuman bersoda yang mengandung gula. American Kidney Fund (AKF) menyebut air berkarbonasi tanpa tambahan gula sebagai alternatif minuman bagi penderita penyakit ginjal. Untuk menambah rasa, Anda dapat memasukkan daun mint, irisan lemon, atau sedikit jus cranberry. Namun, perhatikan kandungan produk sebelum membeli. Beberapa jenis air berkarbonasi dengan perasa tambahan dapat mengandung gula atau fosfor.

3. Jus cranberry

Jus cranberry mengandung polifenol yaitu senyawa tumbuhan dengan sifat antioksidan yang berpotensi melindungi sel dari kerusakan. Menurut National Kidney Foundation (NKF), jus cranberry tanpa pemanis dapat dikonsumsi dalam jumlah sedang oleh penderita penyakit ginjal.

Meski tanpa pemanis tambahan, jus cranberry tetap mengandung gula alami dan kalium. Penderita ginjal kronis stadium lanjut, terutama yang juga menderita diabetes, perlu memperhatikan kandungan tersebut dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan.

4. Teh herbal

Teh herbal tanpa pemanis dan bebas kafein dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tanpa tambahan gula. Minuman hangat ini juga cocok dikonsumsi malam hari karena cenderung tidak mengganggu tidur.

National Kidney Foundation (NKF) menyebut teh peppermint dan kamomil sebagai pilihan yang ramah ginjal. Teh hijau juga mengandung polifenol, tetapi kadar kafeinnya relatif tinggi sehingga dapat mengganggu tidur.

Tidak semua teh herbal aman bagi penderita penyakit ginjal. NKF memperingatkan bahwa teh yang mengandung akar licorice, ekor kuda, atau jelatang dapat menimbulkan risiko pada berbagai stadium gagal ginjal.

5. Jus jeruk

Jus lemon, jeruk nipis, dan jeruk mengandung sitrat yang dapat membantu mencegah jenis batu ginjal tertentu, terutama batu kalsium oksalat. Sitrat mengikat kalsium dalam urine sehingga mengurangi kemungkinan terbentuknya kristal bersama oksalat.

Penelitian menunjukkan bahwa jus lemon, jeruk nipis, dan jeruk dapat meningkatkan kadar sitrat dalam urine. Namun, belum jelas seberapa efektif cara tersebut dalam mengurangi risiko terbentukya batu ginjal yang sesungguhnya.*