Ilustrasi/Net
RIAU1.COM - Mandi air hangat setiap hari kerap dianggap sebagai kebiasaan sehat yang mampu membuat tubuh lebih rileks dan pikiran menjadi tenang. Namun, benarkah rutinitas ini selalu membawa dampak baik bagi kesehatan?
Sejumlah penelitian menunjukkan mandi air hangat secara rutin memang menawarkan berbagai manfaat bagi tubuh. Mulai dari meredakan nyeri otot hingga membantu meningkatkan kualitas tidur.
Meski demikian, kebiasaan ini juga memiliki risiko tertentu jika dilakukan terlalu sering atau tanpa memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing individu.
CNN Indonesia melansir Stressless Joy, aman atau tidaknya mandi air hangat setiap hari sangat bergantung pada jenis kulit, usia, serta kondisi kesehatan seseorang. Bagi pemilik kulit kering atau sensitif, mandi air panas setiap hari umumnya tidak disarankan karena dapat menghilangkan minyak alami kulit.
Berikut sejumlah manfaat mandi air hangat bagi kesehatan tubuh, mengutip dari berbagai sumber:
1. Meredakan nyeri dan pegal otot
Air hangat membantu melemaskan otot yang tegang setelah aktivitas fisik. Paparan panas dapat meningkatkan aliran darah ke jaringan otot sehingga mempercepat pemulihan dan mengurangi rasa nyeri.
Melansir EatingWell, beberapa penelitian menunjukkan terapi panas mampu menurunkan intensitas nyeri, mulai dari pegal otot hingga nyeri kronis.
2. Mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah
Panas dari air hangat membuat pembuluh darah melebar atau mengalami vasodilatasi. Efek ini membantu melancarkan aliran darah dan menurunkan tekanan darah sementara.
Sebuah studi di Jepang menemukan bahwa kebiasaan berendam air hangat secara rutin atau hampir setiap hari berkaitan dengan risiko 28 persen lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular dan 26 persen lebih rendah mengalami stroke, dibandingkan mereka yang mandi kurang dari dua kali seminggu.
3. Membantu meningkatkan kualitas tidur
Mandi air hangat dapat memengaruhi ritme sirkadian tubuh. Setelah berendam, suhu inti tubuh akan menurun secara alami dan memberi sinyal pada otak bahwa tubuh siap beristirahat.
Efek ini membuat seseorang lebih mudah tertidur dan tidur lebih nyenyak, terutama jika mandi dilakukan satu hingga dua jam sebelum tidur.
4. Mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati
Paparan air hangat membantu tubuh melepaskan hormon endorfin yang berperan dalam menciptakan rasa rileks dan nyaman. Sejumlah riset juga mengaitkan mandi air hangat dengan penurunan gejala stres serta depresi ringan berkat efek menenangkan pada sistem saraf.
5. Melancarkan sirkulasi dan fungsi otak
Peningkatan aliran darah akibat panas tidak hanya bermanfaat bagi otot, tetapi juga membantu suplai oksigen ke otak. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan rasa lebih segar, fokus meningkat, serta kejernihan mental setelah mandi air hangat.
6. Membantu meredakan gejala flu dan hidung tersumbat
Uap air hangat dapat membantu membuka saluran pernapasan, mengencerkan lendir, dan meredakan hidung tersumbat. Meski bukan pengobatan utama, mandi air hangat dapat menjadi terapi pendukung saat tubuh sedang tidak fit.
Meski memiliki banyak manfaat, mandi air hangat setiap hari tidak selalu dianjurkan untuk semua orang. Pada individu dengan tekanan darah rendah, gangguan jantung tertentu, atau lanjut usia, paparan panas berlebih dapat memicu pusing dan rasa lemas.
Sementara itu, pada pemilik kulit kering, kebiasaan ini berisiko memperparah iritasi.
Bagi kebanyakan orang, mandi air hangat dua hingga tiga kali seminggu dinilai cukup aman dan tetap memberikan manfaat. Jika dilakukan setiap hari, disarankan menjaga suhu air tetap nyaman, membatasi durasi sekitar 15-20 menit, serta memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan cukup minum air.
Dengan kata lain, mandi air hangat bukan sekadar soal frekuensi, melainkan cara melakukannya. Kebiasaan ini bisa menjadi bagian dari perawatan diri yang menyehatkan, bukan justru menimbulkan masalah baru.*