Terlalu Lama Main Ponsel Bisa Sebabkan Cedera Tangan

14 Juni 2026
Ilustrasi/net

Ilustrasi/net

RIAU1.COM - Di era serba digital, banyak pekerja kantoran, pelajar, hingga profesional IT menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar setiap hari. Aktivitas seperti mengetik di laptop atau ponsel, serta penggunaan mouse secara terus-menerus membuat jari dan pergelangan tangan berada dalam posisi tidak alami dalam waktu lama.

Kondisi ini, dapat menimbulkan dampak kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele. Konsultan Senior Bedah Penggantian Sendi Robotik, Trauma, dan Bedah Artroskopi, Dr Abhishek Barli, menjelaskan bahwa gerakan berulang yang dilakukan setiap hari dapat membebani sendi, saraf, dan tendon.

Menurut dia, rutinitas tersebut dapat berkembang menjadi gangguan yang dikenal sebagai repetitive strain injuries (RSI) atau cedera regangan berulang. 

"Hidup di era digital, di mana semua ada di gawai, membuat beban pada jari dan tangan semakin besar. Jika dibiarkan, bisa menyebabkan kondisi RSI," kata Dr Barli dilansir Republika dari Hindustan Times, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Barli, kondisi RSI semakin sering dikeluhkan bahkan oleh anak muda. Penyebab utamanya adalah aktivitas berulang seperti mengetik, menggunakan mouse selama berjam-jam, bermain gim, hingga penggunaan smartphone tanpa istirahat yang cukup.

la menegaskan bahwa gejala awal sering kali tampak ringan, seperti kesemutan, kelelahan tangan, sehingga banyak orang hanya mengatasinya dengan balsem atau istirahat singkat. Namun, dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memberi tekanan signifikan pada jaringan tangan.

Lebih lanjut Dr Barli mengingatkan agar masyarakat segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala yang menetap, seperti kesemutan atau mati rasa pada jari, nyeri pada ibu jari, ketidaknyamanan pada pergelangan tangan, kelelahan pada tangan, penurunan kekuatan genggaman, dan sensasi terbakar pada lengan bawah.

"Pada beberapa kasus bisa muncul gejala jari jari yang terasa terkunci atau berbunyi klik. Intinya jangan anggap remeh gejala, karena itu akan memburuk jika tidak ditangani," kata Dr Barli.

Kekhawatiran mengenai kerusakan permanen sering muncul pada kasus seperti ini. Namun, Dr Barli menjelaskan bahwa dalam banyak kasus, kondisi ini masih bisa pulih apabila ditangani sejak dini. Kunci utama pencegahan adalah istirahat yang cukup di sela aktivitas.

la juga menjelaskan bahwa pada kondisi tertentu, gangguan masih dapat menetap bahkan setelah pengobatan. Salah satunya adalah carpal tunnel syndrome, yang dapat menyebabkan mati rasa, kelemahan, penurunan ketangkasan, serta berkurangnya kekuatan genggaman. Pada kasus yang berat dan tidak tertangani, dapat terjadi pengecilan otot di area sekitar ibu jari.

Untuk mencegah kelelahan tangan, kesemutan, dan berbagai gejala RSI, Dr Barli menyarankan beberapa langkah pencegahan yaitu mengatur posisi keyboard dan mouse agar sejajar dengan tinggi siku. Lalu melakukan istirahat singkat setiap 45-60 menit dari aktivitas berulang, dan rutin melakukan peregangan jari serta pergelangan tangan.

"Jangan lupa untuk memperbaiki cara posisi duduk agar lebih nyaman dan tidak memberi tekanan berlebihan pada tangan serta tubuh. Dengan cara ini, risiko gangguan pada tangan akibat aktivitas digital yang berulang dapat diminimalkan," kata Dr Barli.*