790 Personel Dilibatkan Operasi Keselamatan Muara Takus 2019 di Riau, Berikut Sasarannya

2 Mei 2019
Wakapolda Riau Brigjen Wahyu Widada dalam apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Muara Takus 2019.

Wakapolda Riau Brigjen Wahyu Widada dalam apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Muara Takus 2019.

RIAU1.COM -Kepolisian Daerah (Polda) Riau resmi menggelar operasi terpusat bersandi Keselamatan Muara Takus 2019, sejak hari ini (Kamis 2 Mei). Operasi terhadap pengendara di jalan raya tersebut melibatkan 790 personel diseluruh jajaran Polda Riau.

Operasi Keselamatan Muara Takus 2019 ini akan digelar sampai tanggal 22 Mei 2019 nanti, secara serentak diseluruh daerah di Riau. Bahkan pagi tadi, Polda Riau juga telah melaksanakan apel gelar pasukan, yang dipimpin langsung Wakapolda Brigjen Wahyu Widada.

"Jumlah personel yang kita libatkan sebanyak 790 orang diseluruh jajaran Polda Riau. Kita laksanakan operasi ini dengan kegiatan yang bersifat imbauan," kata jenderal bintang satu tersebut usai apel gelar pasukan dilaksanakan.

Ia melanjutkan, ada tujuh sasaran dalam operasi tersebut, dengan target pengendara kendaraan di jalan raya. "Ada sasaran prioritas dalam operasi tersebut, kita imbau masyarakat untuk mematuhi dan menaati peraturan lalu lintas," yakinnya.

Tujuh sasaran tersebut, antara lain pengendara yang menggunakan ponsel saat membawa kendaraan, melawan arus, berkendara dalam keadaan tidak stabil (Mabuk), tidak menggunakan helm, berkendara melebihi batas kecepatan, pengendara di bawah umur dan pengendara yang abai dengan alat keselamatan.

"Itu sasaran prioritas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, disiplin dalam berkendara dan untuk menekan angka kecelakaan. Kita tahu, angka fatalitas dan jumlah kecelakaan alami kenaikan dibanding tahun sebelumnya (2018)," lanjut Wahyu.

Wakapolda merincikan, untuk Provinsi Riau tahun 2018 lalu, korban kecelakaan lalu lintas hampir mencapai 800 orang. "Ini jumlah yang tak sedikit. Hasil analisa, penyebabnya adalah faktor manusia. Makanya dengan operasi ini tujuannya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat," katanya.

"Kita lihat, pelanggaran dominan antara lain tidak menggunakan helm. Kita harus tahu, berlalu lintas tidak hanya sekedar bisa mengendara, tapi bagaimana disiplin dan beretika di jalan," pungkaa Brigjen Wahyu Widada.