Polres Rokan Hulu Cek Tanaman Jagung di Lahan 6 Hektare, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional di Tengah Musim Kemarau
Polres Rokan Hulu Cek Tanaman Jagung di Lahan 6 Hektare, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional di Tengah Musim Kemarau
RIAU1.COM - ROKAN HULU – Upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus dilakukan jajaran Polres Rokan Hulu melalui kegiatan pengecekan tanaman jagung pipil di lahan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hulu seluas 6 hektare yang berada di Km 6 Pasir Pengaraian, Kecamatan Rambah, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB tersebut dipimpin Kabag SDM Polres Rokan Hulu Kompol Sordaman Sinaga, S.H., bersama personel Bag SDM Polres Rokan Hulu serta Ketua Kelompok UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alsintan) Kabupaten Rokan Hulu, Bambang.
Pengecekan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan koordinasi terkait perkembangan dan perawatan tanaman jagung, sekaligus memantau kondisi tanaman yang saat ini telah memasuki usia 20 hari setelah masa tanam.
Selain itu, dilakukan pengecekan sarana pendukung pertanian berupa dua unit mesin pompa air yang telah disiapkan guna mendukung kebutuhan pengairan lahan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan perkembangan yang baik dan tumbuh sesuai fase tanam. Tanaman juga telah mendapatkan pemupukan perdana menggunakan pupuk Urea dan NPK Mutiara untuk menunjang pertumbuhan yang lebih optimal.
Meski demikian, tantangan berupa berkurangnya ketersediaan air mulai dirasakan akibat musim kemarau yang tengah berlangsung. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, tim telah menyiapkan langkah penanganan melalui pemanfaatan dua unit mesin pompa air guna menjaga kebutuhan pengairan tanaman tetap terpenuhi.
Selain pengairan, pada agenda perawatan lanjutan juga direncanakan pelaksanaan penyemprotan gulma atau rumput liar untuk menjaga pertumbuhan tanaman jagung tetap maksimal.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam mendukung produktivitas sektor pertanian daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan kelompok tani.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.