Rabu, 12 Agustus 2020

INDRAGIRI-HILIR

PT SRL Bersama Tim Gabungan dan Masyarakat Berjibaku Padamkan Karhutla di Desa Pekan Tua

news24xx


Excavator PT SRL sedang membuat sekat bakar dan embung air di sekitar kebakaran lahan di Desa Pekan Tua Excavator PT SRL sedang membuat sekat bakar dan embung air di sekitar kebakaran lahan di Desa Pekan Tua

RIAU1.COM - PT Sumatera Riang Lestari (SRL) Blok VI yang beroperasi di Kabupaten Indragiri Hilir bersama tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni dan masyarakat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Pekan Tua, Kecamatan Kempas, Kamis 2 Juli 2020.

Ketua Regu Fire Protection PT SRL, Saut Sihotang menyebutkan terdapat dua titik api di Desa Pekan Tua, yang pertama terdeteksi pada Senin 29 Juni 2020 lalu melalui pantauan CCTV sekitar pukul 14.50 WIB.

"Informasi tersebut kita sampaikan ke desa dan berkoordinasi untuk segera melakukan pemadaman. Berkat deteksi dini dan komunikasi yang baik, saat ini titik api tersebut sudah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan," jelas Saut.

Baca Juga: Gawat, Ribuan Guru Honor di Inhil Terancam Tak Dapat Subsidi Gaji dari Jokowi

www.jualbuy.com

Namun pada Selasa, 30 Juni 2020 sekitar pukul 06.30 WIB kembali terpantau titik api tidak jauh dari lokasi titik api pertama sehingga pihak PT SRL kembali berkoordinasi untuk melakukan pemadaman bersama.

"Sampai saat ini kegiatan pemadaman masih berlangsung. Dua hari terakhir regu pemadam kebakaran berjibaku melakukan pemadaman," lanjutnya.

Saut menambahkan, untuk membantu pemadaman Karhutla di Desa Pekan Tua tersebut, PT SRL menurunkan 44 orang personel, 3 alat berat berupa excavator untuk membuat embung dan sekat bakar, 2 unit Mark3, 4 unit ministriker, 100 roll selang serta 4 nozzle dan 2 gateway.

Baca Juga: Kebakaran di Pemukiman Padat, Belasan Rumah di Tembilahan Ludes

"Untuk kendala yang dihadapi saat ini adalah akses yang cukup jauh menuju titik api dan sumber air," tambahnya.

Selain itu, kondisi areal yang terbakar terdiri dari semak belukar yang cukup padat sehingga susah untuk dicapai dengan berjalan kaki. 

"Kita sangat terbantu dengan hadirnya 3 alat berat sehingga bisa membuat embung, sekat bakar dan membuka jalan untuk dilalui regu pemadam," pungkas Saut.





loading...
Loading...