Minggu, 19 Januari 2020

INTERNASIONAL

Lusinan Warga Indonesia Mencari Perlindungan Akibat Letusan Gunung Taal di Kedutaan Manila

news24xx


Lusinan Warga Indonesia Mencari Perlindungan Akibat Letusan Gunung Taal di Kedutaan Manila Lusinan Warga Indonesia Mencari Perlindungan Akibat Letusan Gunung Taal di Kedutaan Manila

RIAU1.COM - Kedutaan Besar Indonesia di Manila telah membuka pintunya untuk memberikan perlindungan kepada 76 warga Indonesia, tiga hari setelah Gunung Taal meletus pada hari Minggu di provinsi Batangas, Filipina.

"Semua dalam kondisi sehat," kata Judha Nugraha, direktur Kementerian Luar Negeri untuk perlindungan warga, dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Kedutaan mengatakan pihak berwenang setempat masih memulihkan air dan listrik ke beberapa daerah dekat gunung berapi.

Baca Juga: 21 Kendaraan Koleksi Mendiang a Aktor Film 'The Fast and Furious' Paul Walker Dilelang

www.jualbuy.com

“Kami menyarankan agar semua warga negara Indonesia berhati-hati. Jika terjadi keadaan darurat, harap hubungi kedutaan secepatnya, ”tambah Judha.

Terletak 82 kilometer barat daya ibu kota Filipina, gunung berapi setinggi 311 meter itu memuntahkan kolom abu dan uap pada 12 Januari, yang mendorong ribuan orang diungsikan dan pejabat penerbangan menghentikan sementara penerbangan di Bandara Internasional Ninoy Aquino Manila. Letusan juga telah memicu setidaknya 75 gempa bumi dan mengganggu pasar keuangan negara.

Baca Juga: Rincian Pembunuhan Jenderal Iran Qassem Soleimani Diungkap, Trump: Satu Peluru untuk Dua Target Sekaligus

Iklan Riau1

Hampir 44.000 orang telah meninggalkan zona bahaya 14 kilometer di sekitar Mt. Taal, dengan volcanologist memperingatkan bahwa letusan dahsyat bisa menghujani bebatuan dan magma di daerah tersebut dan menghasilkan tsunami di danau kawah yang mengelilingi gunung berapi, Reuters melaporkan.

Para pejabat mengatakan bahwa pemerintah Filipina akan mendeklarasikan pulau vulkanis itu sebagai "tanah tak bertuan" setelah letusan itu, menurut Philippine Daily Inquirer.

Dalam sebuah pengarahan situasi pada Selasa malam, sekretaris pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengungkapkan bahwa Presiden Rodrigo Duterte telah menyetujui rekomendasi untuk melarang pemukiman manusia di pulau itu. Gunung Taal terakhir meletus pada tahun 1977, dan telah mencatat setidaknya 34 letusan selama 450 tahun.

 

 

 

R1/DEVI





Loading...