Cuaca di Madinah Panas, Jamaah Haji Diminta Rajin-rajin Semprot Air ke Wajah

4 Mei 2026
Jemaah di Madinah

Jemaah di Madinah

RIAU1.COM - Cuaca di Madinah semakin hari menunjukkan grafik peningkatan. Setelah sempat berada di kisaran suhu 36 derajat Celsius pada akhir April, pada awal bulan ini suhu meningkat di angka 40 derajat Celsius.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, dr Enny Nuryanti, mengimbau para jamaah mewaspadai heat stroke, yakni suatu kondisi di mana suhu tubuh seseorang tinggi akibat terpapar sinar matahari karena terlalu banyak aktivitas di luar.

Biayai Perjalanan Haji 2026 ke Embarkasi Balikpapan Jamaah Haji Masih Berdatangan ke Madinah, Jamaah Lansia dan Penyandang Disabilitas Diprioritaskan

"Dinyatakan heat stroke ketika suhu tubuh seseorang itu mencapai 40 derajat Celsius atau lebih," ujar Enny saat ditemui di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Ahad (3/5/2026).

Beberapa gejala seseorang terkena heat stroke selain suhu tubuh yang tinggi adalah munculnya pusing, mual dan muntah, serta kejang-kejang. Jika gejala-gejala tersebut muncul para jamaah diimbau segera mencari tempat yang teduh atau menyemprotkan air ke wajah untuk mengurangi suhu tubuh yang tinggi.

Ia pun memberikan sejumlah tips bagi para jamaah haji untuk menghindari heat stroke. Pertama adalah ​minum air yang cukup untuk mencegah dehidrasi, yakni 200 mililiter per jam. "Kalau perlu ditambahkan oralit ke dalam minuman tersebut," katanya.

Kedua, rajin-rajinlah menyemprotkan air ke wajah atau ke permukaan tubuh yang terbuka. Ketiga, memakai baju yang longgar sehingga sirkulasi udara di dalam tubuh lancar.

Terakhir, batasi aktivitas di luar. "Jadi, untuk jamaah haji diharapkan Shalat dhuhur dan Shalat Ashar itu di dalam hotel saja," katanya.

Sedangkan bagi jamaah haji yang sudah sampai Makkah diharapkan melakukan umrah wajib di waktu malam hari mengingat teriknya panas matahari di kala siang.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) RI memastikan layanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia di Madinah tetap berjalan optimal selama musim haji 2026.

Kesiapan ini dilakukan guna menjamin kondisi kesehatan jemaah tetap terjaga, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem di Arab Saudi.

Kepala Seksi Kesehatan PPIH Daerah Kerja Madinah, dr Enny Nuryanti mengungkapkan, bahwa Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) siap memberikan layanan tanpa henti selama 24 jam penuh setiap harinya.

Hal ini menjadi bagian dari komitmen untuk memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh jamaah.

"Selama 24 tiap hari, ya,” ujar dr Enny ditemui di KKHI Madinah, Selasa (21/4/2026).

Ia juga memastikan bahwa tenaga medis selalu tersedia dan siaga dalam menangani masalah kesehatan jemaah haji.

Dijelaskan bahwa jumlah tenaga medis pada KKHI Madinah ini di antaranya terdiri dari sembilan dokter umum maupun spesialis, 12 orang perawat, apoteker, laboran, penata radiologi, dan juga ahli sanitari.

Sedangkan fasilitas di KKHI, terdapat 10 mobil ambulans, lima unit tempat tidur pasien, alat radiologi rontgen, USG, hingga apotek.

Selain layanan kesehatan di fasilitas sendiri, KKHI juga memiliki sistem rujukan bagi jamaah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Sistem ini didukung kerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.

Dalam pelaksanaannya, beberapa rumah sakit telah menjadi mitra untuk menerima rujukan pasien dari jemaah haji Indonesia. Kerja sama ini dinilai penting untuk mempercepat penanganan medis.

Beberapa rumah sakit yang telah menjalin kerja sama antara lain Saudi German Hospital, serta sejumlah rumah sakit pemerintah di Madinah seperti Rumah Sakit King Fahd dan RS Al Madinah.

Dengan adanya jaringan rumah sakit tersebut, jemaah yang membutuhkan perawatan lanjutan dapat segera dirujuk sesuai dengan kondisi medisnya.*