Menlu Marco Nyatakan Perang AS dengan Iran Resmi Berakhir

4 Juni 2026
Kawasan terdampak perang di Iran

Kawasan terdampak perang di Iran

RIAU1.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengumumkan perang antara AS dan Iran telah berakhir. Pernyataan tersebut diumumkan Rubio di hadapan Komite Urusan Luar Negeri DPR AS pada Rabu (4/6/2026) waktu setempat. 

Rubio mengatakan operasi militer, Epic Fury yang dilakukan Washington terhadap Teheran telah mencapai tujuan utamanya dan kini telah resmi berakhir.

"Kami tidak lagi melakukan serangan berkelanjutan di dalam Iran untuk melemahkan militer mereka, karena Operasi Epic Fury telah berakhir," kata Rubio dikutip 
Beritasatu.com dari France 24, Kamis (4/6/2026). 

Ia mengeklaim pemerintah AS menganggap operasi tersebut berhasil mencapai target yang telah ditetapkan sejak awal.

"Kami mendefinisikan kemenangan sebagai penghancuran basis industri pertahanan mereka, pengurangan signifikan jumlah peluncur rudal yang mereka miliki, dan pengurangan signifikan persediaan drone mereka,” tegasnya. 

“Dan kami telah mencapai semua itu, selain menghancurkan sisa angkatan udara mereka dan melenyapkan seluruh angkatan laut konvensional mereka,” lanjut Rubio. 

Namun menariknya, pernyataan Rubio mendapat kritik dari anggota Partai Demokrat yang menilai konflik dengan Iran masih berlangsung dan ancaman terhadap kepentingan AS belum berakhir.

Mereka menyoroti serangan yang terjadi pada Rabu (3/6/2026) ketika Iran dilaporkan menyerang bandara di Kuwait. Serangan tersebut menewaskan satu orang dan melukai 63 lainnya. Selain itu, Bahrain yang menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer AS juga dmenjadi sasaran serangan drone Iran pada Selasa (2/6/2026) malam. 

Perwakilan Partai Demokrat dari California, Sara Jacobs, mempertanyakan klaim pemerintah AS perang telah berakhir.

"Anda dapat mengubah nama operasi tersebut. Itu tidak mengubah fakta bahwa Selat masih tertutup, dan anggota militer saya, dan semua anggota militer kita, masih dalam bahaya," ujar Jacobs kepada Rubio.

Negosiasi Damai Belum Tercapai

Dalam kesempatan yang sama, Rubio juga memberikan perkembangan terbaru terkait pembicaraan dengan Iran. Ia menyebut isu persediaan uranium yang diperkaya menjadi salah satu pokok utama dalam negosiasi yang sedang berlangsung.

Menurut Rubio, hingga saat ini Teheran belum memberikan persetujuan akhir terhadap rancangan kesepakatan yang diajukan oleh Washington. 

"Saya pikir sekarang, dalam beberapa dokumen yang telah dipertukarkan, hal itu telah dibahas dengan jelas, tetapi kami masih belum mendapatkan persetujuan akhir dari sistem mereka hingga pagi ini," ujarnya.

Washington menegaskan kesepakatan damai hanya dapat terwujud apabila Iran bersedia menyerahkan cadangan uranium yang diperkaya miliknya kepada pihak ketiga alias negara lain, membatasi aktivitas program nuklirnya, serta membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran internasional.*