Sebagian Wilayah Dunia Mulai Dilanda Gelombang Panas

27 Mei 2026
Ilustrasi/net

Ilustrasi/net

RIAU1.COM - Sebagian Eropa dan India sudah dilanda gelombang panas musim panas tahun ini. Sejumlah negara sudah mengeluarkan peringatan gelombang panas.

Terdapat sejumlah laporan warga tenggelam di Inggris dan Prancis karena semakin banyak masyarakat yang berupaya meredakan suhu panas. London mencatat apa yang disebut "malam tropis" yakni ketika suhu malam hari tidak turun di bawah 20 derajat Celsius.

Lembaga meteorologi Inggris, Met Office mengatakan suhu di selatan negara itu dapat mencapai 35 derajat pada pertengahan pekan ini. Pada Senin (25/5/2026) kemarin Inggris mencatat suhu terpanas di bulan Mei dengan 35,8 derajat Celsius di Kew Gardens di London.

Angka ini melampui rekor sebelumnya pada tahun 1922 dan 1944 ketika suhu mencapai 32,8 derajat Celsius. Suhu di Prancis pada Senin kemarin juga tembus rekor, mencapai 36 derajat Celsius tapi di sebagian wilayah mendapatkan malam di bawah 20 derajat Celsius.

Badan meteorologi Prancis, Meteo-France mengatakan "kubah panas" atau heat dome menyebabkan suhu udara melonjak drastis hingga 10 derajat Celsius di atas normal. Kubah panas merupakan fenomena yang terjadi akibat adanya sistem cuaca bertekanan tinggi mengurung panas di suatu wilayah.

Pakar mengatakan, pemanasan global meningkatkan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem termasuk gelombang panas. Para ahli mengatakan cuaca ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mematikan, yang terkadang terjadi pada waktu yang tidak normal dan di tempat yang tidak lazim, membahayakan lebih banyak orang.

Gelombang panas tidak hanya membahayakan kesehatan tapi juga berisiko mendorong warga mengambil tindakan ekstrem untuk meredakannya. Kepolisian Inggris melaporkan seorang anak laki-laki berusia 13 tahun meninggal dunia akibat tenggelam di waduk di Halifax, Senin kemarin.

Juru bicara kepolisian Prancis Maud Bregeon mengatakan terdapat laporan tujuh kematian yang diduga berkaitan dengan suhu panas. Termasuk lima kasus tenggelam dan dua kematian di kompetisi olahraga.

Gelombang panas tidak hanya terjadi di Eropa. Sejumlah jalan dan pasar di New Delhi, India, terlihat lapang pekan lalu. Sebagian pedagang memilih berjualan di malam hari untuk menghindari suhu yang terlalu panas.

Departemen meteorologi India memperingatkan gelombang panas akan bertahan di sejumlah daerah selama beberapa hari. Ketika suhu di atas rata-rata suhu musiman. Pihak berwenang India sudah meminta warga untuk tetap berada di dalam ruangan selama jam-jam terpanas dan mengambil langkah pencegahan sakit yang disebabkan serangan panas.

Pekan lalu India mengumumkan gelombang panas menaikan suhu udara mencapai di atas 40 derajat Celsius di dataran rendah dan 30 derajat Celsius di dataran tinggi.

Gelombang panas mengganggu kehidupan sehari-hari warga. Jalan-jalan dan pasar di Uttar Pradesh, negara bagian paling padat penduduk, terlihat sepi. Banyak toko yang tutup karena warga tetap berada di dalam ruangan selama jam-jam terpanas.

Gelombang panas tidak hanya mengganggu pasar tapi juga sekolah. Pihak berwenang India sudah mengumumkan liburan musim panas lebih awal dan meliburkan sejumlah kelas ketika suhu mencapai 48,2 derajat Celsius di Kota Banda.

Petugas kesehatan meminta warga menghindari aktivitas di luar ruangan di tengah hari, tetap terhidrasi dan segera meminta bantuan medis bila mengalami gejala pusing atau demam tinggi.

Warga dan turis di New Delhi bertahan di tengah gelombang panas dengan singgah di tenda-tenda dengan pendingin ruangan yang didirikan di seluruh ibukota. Tenda-tenda itu menyediakan pendingin ruangan, kipas angin, air minum dan obat rehidrasi oral untuk membantu orang-orang yang terkena serangan panas.

Di dalam salah satu tenda orang-orang beristirahat di samping pendingin udara sementara para petugas membagikan gelas air yang dicampur dengan garam rehidrasi.

“Kami datang ke sini untuk jalan-jalan. Tapi di sini terlalu panas. Sistem pendingin di sini sangat membantu kami,” kata seorang turis Basharat Ahmad Malla yang berusia 25 tahun.*