Tetangga RI Dinobatkan sebagai Negara Paling Bising di Dunia

23 Agustus 2026
Keramaian di Singapura

Keramaian di Singapura

RIAU1.COM - Dengan kepadatan 8.436 penduduk dan 23.609 wisatawan per kilometer persegi, Singapura dinobatkan sebagai negara paling bising di dunia dalam pemeringkatan global terbaru yang disusun oleh agensi perjalanan terkemuka, Go2Africa.

Riset bertajuk Noise-Free Nations Index mengevaluasi tujuh indikator utama, meliputi kepadatan penduduk, jumlah wisatawan, luas wilayah pedesaan, kawasan lindung, jumlah kendaraan bermotor, keberadaan bandara, hingga jaringan kereta api.

Seperti dilansir CNNIndonesia dari VN Express, indikator ini diukur untuk menentukan negara mana yang menawarkan ketenangan terbaik dari hiruk-pikuk kehidupan modern.

Dalam indeks yang dirilis Go2Africa tersebut, Singapura mengantongi skor ketenangan yang sangat rendah, yakni hanya 6,78 dari 10 poin.

Singapura yang merupakan negara-kota ini tercatat memiliki sangat sedikit wilayah pedesaan, di mana area hijau atau pedesaan hanya mencakup 30 persen dari total wilayahnya. Hal ini membuat para pelancong maupun warga lokal kesulitan menemukan tempat yang benar-benar tenang.

Selain itu, Singapura memiliki infrastruktur transportasi yang sangat masif dengan tingkat kepadatan kendaraan bermotor, jaringan kereta api, dan penerbangan termasuk yang tertinggi di dunia.

Sejak beroperasi pertama kali pada 1987, jaringan Mass Rapid Transit (MRT) Singapura kini membentang di lebih dari 170 stasiun melintasi enam jalur utama, serta mengangkut lebih dari tiga juta penumpang setiap harinya.

Sementara itu, Bandara Changi Singapura berdiri di atas lahan seluas lebih dari satu juta meter persegi yang terbagi dalam empat terminal, luas yang setara dengan 156 lapangan sepak bola.

Sektor pariwisata tetap menjadi pilar utama perekonomian Singapura. Negara ini menyambut 16,9 juta kunjungan wisatawan internasional sepanjang 2025, naik 2,3 persen dari 2024, yang menyumbang rekor pendapatan pariwisata sebesar 32,8 miliar dolar Singapura atau sekitar Rp457 triliun.

Dalam laporan yang sama, Maladewa menempati posisi kedua sebagai negara paling bising di dunia, disusul oleh Barbados di urutan ketiga.

Di sisi lain, negara kerajaan di kawasan Himalaya, Bhutan, dinobatkan sebagai negara paling tenang dan minim polusi suara di dunia.*