Gerakan Tanam Padi Sawah di Kampar Dorong Swasembada Pangan

30 Juli 2026
Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, mencanangkan Gerakan Tanam Padi Sawah

Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, mencanangkan Gerakan Tanam Padi Sawah

RIAU1.COM - Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, menghadiri sekaligus mencanangkan Gerakan Tanam Padi Sawah di Gapoktan Karya Indah, Desa Empat Balai, Kecamatan Kuok, sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan melalui penerapan teknologi pertanian modern.

Mengawali kegiatan, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar, Nur Ilahi Ali, menyampaikan laporan kegiatan sekaligus memaparkan berbagai program bantuan yang telah disalurkan pemerintah kepada para petani.

Dalam laporannya, Nur Ilahi Ali menjelaskan bahwa untuk Kecamatan Kuok telah dialokasikan bantuan benih padi sebanyak 3.555 kilogram untuk lahan sawah seluas 237 hektare, sedangkan Desa Empat Balai memperoleh 1.095 kilogram benih padi untuk areal persawahan seluas 73 hektare.

Selain bantuan benih, melalui dukungan APBN, pemerintah juga menyalurkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan), yaitu 2 unit Combine Harvester Besar, 6 unit Power Thresher, 3 unit Combine Harvester tipe CCH-106, 1 unit traktor roda empat Avery AHR-127, 10 unit traktor roda dua Kubota, serta 5 unit traktor roda dua Ishoku untuk mendukung peningkatan produktivitas petani.

Nur Ilahi Ali menegaskan bahwa Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar berkomitmen penuh mendukung terwujudnya swasembada pangan, sejalan dengan program prioritas nasional dan visi Pemerintah Kabupaten Kampar. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan produksi pertanian, penyediaan benih unggul, bantuan alat dan mesin pertanian, pendampingan penyuluh, serta penerapan inovasi pertanian modern.

“Gerakan Tanam Padi Sawah ini merupakan salah satu langkah nyata dalam mewujudkan swasembada pangan. Dengan sinergi antara pemerintah, penyuluh, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Kabupaten Kampar mampu meningkatkan produksi padi dan menjadi salah satu daerah penyangga pangan di Provinsi Riau,” ujar Nur Ilahi Ali.

Selanjutnya, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau yang diwakili oleh Bapak Dedi Yasmono, SP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kampar atas pelaksanaan sosialisasi sekaligus penerapan metode PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agriculture System) dalam Gerakan Tanam Padi Sawah di Gapoktan Karya Indah.

Menurutnya, langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kampar merupakan bentuk komitmen nyata dalam mempercepat transformasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi dan inovasi budidaya padi yang lebih modern, efisien, dan produktif.

“Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kampar yang telah melaksanakan sosialisasi dan penerapan metode PM-AAS kepada para petani. Inovasi ini diharapkan dapat diterapkan secara luas sehingga mampu meningkatkan produksi padi, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan di Provinsi Riau,” ungkap Dedi Yasmono.

Sementara itu, dalam sambutannya Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, menegaskan bahwa Gerakan Tanam Padi Sawah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah nyata Pemerintah Kabupaten Kampar dalam membangun sektor pertanian yang maju, modern, dan mandiri.

Bupati mengatakan bahwa komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam mewujudkan swasembada pangan terus diwujudkan melalui berbagai program nyata yang berpihak kepada petani.

“Komitmen itu terus kami wujudkan melalui berbagai program nyata. Salah satunya adalah penyaluran bantuan benih padi, sebanyak 35.250 kilogram atau 35 ton 250 kilogram telah kami berikan kepada petani. Pemerintah Kabupaten Kampar terus berupaya untuk meringankan beban para petani, meningkatkan produktivitas panennya, sehingga akan berdampak pada kesejahteraan para petani,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh petani untuk memanfaatkan bantuan yang telah diberikan pemerintah serta menerapkan metode PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agriculture System) dalam budidaya padi. Menurutnya, metode tersebut mampu meningkatkan efisiensi penggunaan benih, memperbaiki pola tanam, serta meningkatkan produktivitas hasil panen.

“Pertanian kita harus terus bertransformasi. Kita tetap mempertahankan semangat gotong royong, namun para petani juga harus berani mengadopsi teknologi dan metode yang lebih baik agar hasil panen semakin meningkat dan cita-cita swasembada pangan dapat terwujud,” tegas Ahmad Yuzar.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Bupati Kampar bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, Forkopimda, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kampar, serta para petani melakukan penanaman padi secara simbolis di areal persawahan Gapoktan Karya Indah Desa Empat Balai sebagai tanda dimulainya Gerakan Tanam Padi Sawah di Kecamatan Kuok.*