Rabu, 08 Juli 2020

KEPULAUAN-RIAU

Hanya 3 Kabupaten di Kepri Diperbolehkan Terapkan New Normal

news24xx


new normal/net new normal/net

RIAU1.COM -TANJUNGPINANG- Dari 102 daerah yang dierbolehkan melaksanakan New Normal, di Kepri hanya tiga daerah diperbolehkan melaksanakanya. Ketiga daerah itu, adalah Kabupaten Lingga, Anambas dan Natuna.

Hal ini diungkapkan BNPB Nasional melalui akun Twitter resminya @BNPB_Indonesia, Minggu (31/5) siang.

“Gugus Tugas Pusat Percepatan Penanganan COVID-19 memberikan kewenangan kepada 102 Pemerintah Kabupaten/Kota yang pada saat ini berada atau dinyatakan dalam zona hijau, untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman COVID-19,” sebut BNPB.

Dikatakan, bahwa ke-102 Kabupaten Kota tersebut merupakan rekomendasi dari tim pakar melalui berbagai pendekatan. Pendekatan yang dipakai adalah berdasarkan kriteria epidemologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan sesuai rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Baca Juga: Polres Bintan Masih Tunggu Kerja APIP Atas Dugaan Korupsi di Kecamatan Bintan Timur

www.jualbuy.com

Ke-102 daerah itu, adalah:

Sumatera Utara: Nias Barat, Pakpak Barat, Samosir, Tapanuli Tengah, Nias, Padang Lawas Utara, Labuhan Batu Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, Nias Utara, Mandailing Natal, Padang Lawas, Kota Gunungsitoli, dan Nias Selatan.
Prov Jambi : Kerinci.
Prov Bengkulu: Rejang Lebong.
Prov. Lampung: Lampung Timur dan Mesuji.
Kepulauan Riau, Natuna, Lingga, Kepulauan Anambas.
Riau: Rokan Hilir, dan Kuantan Singgigi.

Prov. Aceh: Pidie Jaya, Aceh Singkil, Bireuen, Aceh Jaya, Raya, Kota Subulussalam, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Selatan, Kota Sabang, Kota Langsa, Aceh Timur, dan Aceh Besar.

Prov. Sumatera Selatan: Kota Pagar Alam, Penukal Abab Lematang Ilir, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Empat Lawang.
Provinsi Papua: Yahukimo, Mappi, Dogiyal, Kepulauan Yapen, Paniai, Tolikara, Yalimo, Deiyai, Puncak Jaya, Mamberamo Raya, Nduga, Pegunungan Bintang Asmat, Supiori, Lanny Jaya, Puncak dan Intan Jaya.
Provinsi Maluku: Kota Tual, Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, dan Maluku Barat Daya.
Provinsi Papua Barat: Kaimana, Tambrauw, Sorong Selatan, Maybrat, Pegunungan Arfak.
Provinsi Maluku Utara: Halmahera Tengah dan Halmahera Timur.
Provinsi Sulawesi Utara: Bolaang Mongondow Timur dan Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.

Provinsi Sulawesi Selatan: Toraja Utara.
Provinsi Sulawesi Tenggara, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Utara, Buton, Konawe Utara, Konawe Kepulauan.

Provinsi Sulawesi Tengah: Donggala, Tojo Una-Una, Banggai Laut.
Provinsi Sulawesi Barat: Mamasa.
Provinsi Gorontalo: Gorontalo Utara.

Provinsi Nusa Tenggara Timur : Ngada, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Alor, Sumba Barat, Lembata, Malaka, Rote Ndao, Manggarai Timur, Timor Tengah Utara, Sabu Raijua, Kupang, Belu, dan Timor Tengah Selatan.

Provinsi Kalimantan Tengah: Sukamara.
Provinsi Kalimantan Timur: Mahakam Ulu.
Provinsi Jawa Tengah: Tegal.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung: Belitung Timur.

“Keberhasilan masyarakat produktif dan aman COVID-19 sangat tergantung sangat tergantung kepada kedisiplinan masyarakat dan kesadaran kolektif, dalam mematuhi protokol kesehatan yang ada.”
Baca Juga: Wajib Rapid Tes, Operator Pelayaran Berikan Subsidi Biaya Tes

Lebih lanjut, Doni, juga meminta setiap daerah menyiapkan manajemen krisis untuk melakukan monitoring dan evaluasi. Dalam hal ini, waktu dan sektor yang akan dibuka kembali, ditentukan oleh para pejabat bupati dan walikota daerah masing-masing. 





loading...
Loading...