Dinkes Tegaskan Belum Ada Kasus Super Flu di Batam

3 Januari 2026
Ilustrasi/net

Ilustrasi/net

RIAU1.COM - Bepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi menegaskan hingga awal Januari 2026 belum ditemukan atau dilaporkan adanya kasus varian Influenza A (H3N2) subclade K yang dikenal dengan sebutan super flu di wilayah Kota Batam.

Penegasan ini disampaikan menyusul informasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) yang mengonfirmasi bahwa varian tersebut telah terdeteksi di Indonesia sejak 25 Desember 2025.

“Untuk Batam, sampai saat ini belum ada laporan kasus super flu. Namun setiap penyakit dengan gejala mirip influenza tetap harus diwaspadai,” kata Didi, Jumat (2/1) yang dimuat Batampos.

Didi menjelaskan, Kementerian Kesehatan sejak lama telah memiliki sistem kewaspadaan dini melalui program Influenza Like Illness (ILI). Program ini berfungsi untuk mendeteksi lebih awal penyakit infeksi saluran pernapasan yang gejalanya menyerupai influenza, sekaligus sebagai alat pemantauan potensi wabah.

“ILI ini penting karena banyak penyakit virus yang gejala awalnya mirip influenza. Contohnya Covid-19 kemarin. Jadi setiap kasus influenza tidak boleh dianggap ringan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa istilah super flu bukan merupakan istilah diagnosis medis resmi. Istilah tersebut lebih banyak digunakan secara populer untuk menggambarkan lonjakan kasus influenza akibat varian tertentu dari virus influenza A.

“Secara medis, ini tetap influenza. Vaksin influenza yang ada saat ini masih dapat memberikan perlindungan,” ujarnya.

Terkait gejala, Didi menyebut masyarakat perlu mengenali tanda-tanda awal influenza seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri badan, sakit kepala, hingga rasa lemas. Masa inkubasi virus influenza umumnya berkisar tiga hingga empat hari sebelum gejala muncul.

Menurutnya, kelompok lanjut usia, ibu hamil, anak-anak, penderita penyakit kronis, serta individu dengan daya tahan tubuh rendah menjadi kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi.

“Kelompok ini harus lebih waspada karena berisiko mengalami kondisi yang lebih berat bila terinfeksi,” katanya.

Dinas Kesehatan Kota Batam pun mengimbau masyarakat yang mengalami gejala influenza untuk beristirahat di rumah dan membatasi aktivitas di luar. Penggunaan masker saat sakit dinilai efektif untuk mencegah penularan kepada anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.

Selain itu, masyarakat diminta konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menerapkan etika batuk dan bersin, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga waktu istirahat, serta mengelola stres.

“Jika mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun, sesak napas, atau kondisi semakin memburuk, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Terutama bagi kelompok rentan,” tegas Didi.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi obat secara sembarangan. Antibiotik, kata dia, tidak dianjurkan untuk flu tanpa petunjuk dari tenaga kesehatan.

Menutup keterangannya, Didi mengajak masyarakat Kota Batam agar tetap tenang namun waspada, serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kota Batam dan Kementerian Kesehatan RI.

“Kami minta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya,” pungkasnya.*