Menu MBG Bermasalah, BGN: Penerima di Anambas Dipersilakan Mundur

27 April 2026
Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Anambas masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait keluhan penerima manfaat.

Ketua Tim Investigasi Badan Gizi Nasional, Arie Karimah Muhammad, menyebut keluhan yang paling sering muncul berkaitan dengan rasa makanan dan variasi menu yang dinilai kurang.

“Banyak yang mengeluhkan rasa makanan dan menu yang tidak variatif,” ujarnya, Ahad (26/4).

Program MBG di Anambas sendiri telah berjalan selama setahun dengan tiga dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni SPPG Air Asuk, SPPG Anambas Inn, dan SPPG Piabung.

Arie menegaskan, program ini ditujukan bagi kelompok prioritas seperti pelajar, balita, dan ibu hamil. Karena itu, pihaknya membuka opsi bagi penerima yang merasa tidak cocok untuk mengundurkan diri.

“Jika merasa tidak sesuai selera, dipersilakan mengundurkan diri. Kuota akan dialihkan kepada yang lebih membutuhkan,” katanya yang dimuat Batampos.

Menurutnya, penyediaan makanan dalam jumlah besar memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam memenuhi selera ribuan penerima sekaligus.

Evaluasi terus dilakukan, salah satunya dengan memantau sisa makanan setiap hari sebagai indikator penerimaan.

“Jika sisa makanan banyak, berarti ada yang tidak sesuai atau penerima bukan kelompok prioritas,” ujarnya.

Pemerintah memastikan perbaikan program akan terus dilakukan agar pelaksanaan MBG lebih tepat sasaran dan manfaatnya optimal bagi masyarakat yang membutuhkan.*