Kapal Ambulans Laut 03 hibah dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau/Batampos
RIAU1.COM - Kapal Ambulans Laut 03 hibah dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk Pemerintah Kabupaten Karimun hingga kini belum dapat difungsikan.
Padahal, kapal tersebut telah diserahkan sejak akhir 2025 dan diperuntukkan untuk mendukung layanan kesehatan rujukan, khususnya bagi masyarakat wilayah pesisir.
Camat Selat Gelam, Indra Sulaiman, mengatakan kapal ambulans laut itu sudah lama bersandar di pelabuhan Parit 1, Desa Parit.
“Sejak November tahun lalu sudah disandarkan di pelabuhan tersebut. Masyarakat juga bertanya kapan digunakan, tapi kami tidak tahu karena bukan kewenangan kecamatan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026) yang dimuat Batampos.
Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, drg Soerjadi, membenarkan kapal tersebut merupakan hibah dari Pemprov Kepri dan telah diserahterimakan kepada pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, kapal Ambulans Laut 03 direncanakan untuk menunjang operasional RSUD Tanjungbatu.
Namun hingga saat ini, pengelolaan kapal tersebut belum diserahkan secara resmi kepada pihak rumah sakit.
Direktur RSUD Tanjungbatu, dr Suharyanto, mengakui pihaknya belum siap mengoperasikan ambulans laut tersebut meskipun nantinya telah diserahkan.
“Kendala utama adalah keterbatasan anggaran. Untuk operasional kapal dibutuhkan biaya besar, mulai dari perekrutan nakhoda dan kru, hingga bahan bakar dan perawatan,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini RSUD Tanjungbatu baru saja menambah tenaga medis dengan merekrut lima dokter umum guna meningkatkan pelayanan kesehatan.
Biaya gaji tenaga medis tersebut ditanggung oleh rumah sakit, sehingga anggaran yang tersedia belum memungkinkan untuk pengoperasian kapal ambulans laut.
Meski demikian, ia menilai kapal tersebut telah memenuhi standar sebagai sarana transportasi medis, baik untuk pasien, tenaga kesehatan, maupun pendamping.
“Kalau ada anggaran tentu kami siap mengelola. Kapalnya sudah sesuai standar untuk layanan medis,” tambahnya.
Belum difungsikannya Ambulans Laut 03 ini menjadi perhatian masyarakat, mengingat kebutuhan transportasi kesehatan di wilayah kepulauan sangat vital, terutama untuk penanganan darurat dan rujukan pasien antarwilayah.*