Senin, 24 Februari 2020

KUANTAN-SINGINGI

Kasus DBD di Kuansing Meningkat, Bulan ini ada 9 Orang, 2 Diantaranya Anak-anak

news24xx


Ilustrasi Ilustrasi

RIAU1.COM - Saat ini kasus DBD yang terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) cukup menggemparkan, dan bahkan telah sangat mengkhawatirkan.

Masyarakat pun mulai dibuat resah karena selama tahun 2019 lalu telah terjadi sebanyak 246 kasus DBD, jumlahnya meningkat dari tahun 2018 yang hanya sekitar 75 kasus.

Baca Juga: Venue Dayung untuk Porprov X Riau 2021, Bupati Kuansing Sebut Pengerukan Danau Kebun Nopi Masih Wacana

www.jualbuy.com

"Sedangkan selama Januari 2020, ada sebanyak 9 orang yang terkena kasus DBD," kata Kabid P2P Diskes Kuansing, Jumardi, Senin 13 Januari 2020.

Sembilan orang yang menderita DBD di Kuansing tersebut terdiri dari, Meri (40) Warga Benai Kecamatan Benai, Yusmedi (63) Warga Jao Taluk Kuantan, Rional Prisco (33) Warga Jao Teluk Kuantan dan Sarjani (58) Desa Marsawa Kecamatan Sentajo Raya.

Kemudian, Andika (13) warga Desa Pulau Binjai Kecamatan Kuantan Mudik, Rizki Kurniawan (22) warga Desa Seberang Pantai Kecamatan Kuantan Mudik dan Adi Putra (19) warga Desa Bukit Pedusunan Kecamatan Kuantan Mudik.

Baca Juga: Sejarah Silat Riau Rantau Kuansing

Iklan Riau1

"Selain 7 orang dewasa, juga ada dua orang anak-anak yang juga terkena DBD, yakni Azahra (6,5) dan M Arif (9) warga Cerenti," sebutnya.

Upaya yang dilakukan untuk dapat menghindari serangan DBD, dengan melakukan pembersihan terhadap lahan pekarangan rumah masing-masing, lakukan 3M dan pengasapan.

"Sedangkan upaya lainnya, dengan membuatkan Surat Edaran Bupati untuk waspada DBD, kepada seluruh Camat, Puskesmas dan Stakeholder terkait lainnya," pungkasnya.





Loading...