Senin, 17 Februari 2020

NASIONAL

Kemendikbud : Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter Sepenuhnya Dilakukan Sekolah

news24xx


Ilustrasi peserta Ujian Nasional.  Ilustrasi peserta Ujian Nasional.

RIAU1.COM - Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter sebagai pengganti Ujian Nasional atau UN, sepenuhnya akan dilakukan oleh sekolah. 

Hal itu disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi Totok Suprayitno.

"Asesmen terhadap individu sepenuhnya dilakukan oleh sekolah," kata Totok kepada wartawan saat ditemui usai. Di Jakarta, Jumat (13/12), seperti dilansir CNN Indonesia. 

Baca Juga: Tak Ada Laporan, Polisi Belum Bisa Menduga Pihak yang Sengaja Buang Zat Radioaktif di Tangerang Selatan

www.jualbuy.com 

Diketahui, UN menjadi otoritas penuh pemerintah pusat. Soal pun dibuat dan dikirim langsung dari pusat dengan bobot yang seragam, tanpa melihat standar pendidikan setiap daerah.


Kendati demikian, pihaknya belum dapat merinci tentang asesmen itu dan periode waktu penerapan asesmen itu.

Pasalnya, asesmen itu akan diterapkan pada 2021 untuk siswa kelas 4, 8, dan 11. Sementara itu, siswa yang saat ini naik di kelas 7 sudah naik ke kelas 9 saat  diterapkan pada 2021.

"Tapi ini belum kami putuskan ya, apakah akan Setiap tahun, atau dua tahun sekali, "kata dia.

Namun, ia menjelaskan, Penilaian yang dilakukan oleh pihak sekolah terhadap siswa dapat dilihat dari portofolio, catatan-catatan detail tentang siswa itu, penugasan-penugasan yang diberikan oleh guru, proyek sepertimelalui karangan, esai atau bahkan dapat melalui tes yang diminta.
 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Nadiem Makarim,  berencana mengganti UN dengan Asesmen Kompetensi. Itu bahkan sampai dipanggil oleh Dewan Perwakilan Rakyat untuk menjelaskan program tersebut.


Pengamat pendidikan dari Komnas Pendidikan Andreas Tambah menjelaskan perkara penghapusan UN sebenarnya sudah bisa diselesaikan lama.

Baca Juga: Abu Janda Cukur Kumis Dan Jenggot, Netizen: Alis Gak Skalian Mas?

Iklan Riau1  

"Ini harus betul-betul gamblang. Jadi enggak bisa ujuk-ujuk berhenti, nanti ada model yang hampir sama. Masyarakat nanti juga bilang, 'ya itu mah ujung-ujungnya sama saja. Ganti nama saja. Intinya sama," ujar Andreas.

R1 Hee. 





Loading...