15 Januari 1949: Peristiwa Situjuah Yang Menggegerkan Nusantara

15 Januari 2020
Ilustrasi [Foto: Istimewa/internet]

Ilustrasi [Foto: Istimewa/internet]

RIAU1.COM - Nusantara berduka, sembilan patriot dihujani peluru oleh pasukan Belanda. Menyusul ratusan pejuang lainnya yang ikut tewas oleh kekejaman kolonial pada 15 Januari 1949.

Kejadian itu dikenal dengan Peristiwa Situjuah. Semua bermula saat Belanda yang belum merelakan Indonesia merdeka terus menekan pemerintahaan, dinukil dari merahputih.com, Rabu, 15 Januari 2020.

Memaksa Sukarno-Hatta memerintahkan Syafriddin Prawiranegara memimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). 

Pembentukan PDRI bergejolak dari Bukittinggi hingga ke Koto Tinggi di Kabupaten Limapuluh Kota.

Lima hari setelah PDRI diserang di Koto Tinggi, pembantaian berpindah ke Situjuah, Payakumbuh. 

Bahkan serangan yang dilancarkan tersebut dianggap paling brutal dan tragis dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Melalui mata-matanya, Belanda mengetahui Gubernur militer dan panglima divisi Banteng Kolonel Dahlan Ibrahim mengadakan rapat besar dalam melawan Belanda di Lurah Kincia, sebuah daerah dibawah jurang di Situjuah. Tempat yang aman karena sangat tersembunyi.

Namun pukul 05.00 WIB, 15 Januari 1949 sehabis mengadakan rapat, pasukan Belanda mengepung dan menembaki mereka.

Chatib Soelaeman, Bupati limapuluh kota, Arisum St. Alamsyah, Letkol Munir Latif (komandan militer dari Painan), Mayor Zainuddin, Kapten Tantawi, Letnan Anizar, Sjamsul Bahri, Rusli, Baharuddin tewas seketika.