Minggu, 05 April 2020

NASIONAL

Polri Akan Tindak Anggota ISIS Eks WNI yang Kembali ke Tanah Air

news24xx


Kepala Baharkam Polri Komisaris Jenderal Polisi Agus Andrianto. Foto: Antara. Kepala Baharkam Polri Komisaris Jenderal Polisi Agus Andrianto. Foto: Antara.

RIAU1.COM -ISIS eks WNI yang berusaha kembali ke Indonesia akan dilakukan penindakan jika benar-benar tiba Tanah Air.

"Pokoknya kalau dia ada di Indonesia maka akan dilakukan tindakan," kata
Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komisaris Jenderal Polisi Agus Andrianto dikutip dari Antara, Sabtu (15/2/2020).

Para kombatan ISIS tersebut sudah bukan warga negara Indonesia lagi ketika mereka membakar paspornya saat bergabung dengan kelompok teroris.

Baca Juga: Ini Poin Penting Larangan PSBB Corona dari Kemenkes yang Harus Dipatuhi

www.jualbuy.com

"Sudah ada undang-undang yang baru disahkan, terkait dengan terorisme. Ada kewenangan untuk melakukan pendalaman kepada mereka, akan diberikan upaya hukum terhadap para warga negara (yang bergabung dengan teroris), dan (mereka sudah) bukan warga negara Indonesia karena paspornya dibakar," katanya.

Sebelumnya, Pengamat Timur Tengah dan Terorisme, M Syauqillah menyebutkan keputusan pemerintah tidak memulangkan memberikan dampak baik pada keamanan negara dan masyarakat. Namun dia mengingatkan, keputusan tersebut juga akan memberikan dampak sebaliknya yakni Indonesia akan ditanya oleh internasional mengapa menolak warga negara. Kemudian juga ada potensi mereka kembali ke Indonesia dengan mengelabui pemerintah.

Baca Juga: Puluhan Ribu Napi Dibebaskan Akibat Corona, Ini Kata Yasonna Soal Koruptor Lansia

Iklan Riau1

"Sebetulnya mereka tidak dipulangkan pun sekarang bukan berarti itu jaminan mereka tidak pulang, (bahasanya) merembes ke negara kita," ucapnya.

Oleh karena itu, Syauqillah mengatakan Pemerintah RI mesti memiliki skenario hukum yang jelas terkait kebijakan pemulangan atau penolakan WNI yang terlibat jaringan ISIS atau terorisme lainnya.

"Ini perdebatan bukan soal memulangkan atau menolak WNI eks ISIS, misalnya kalau menolak maka skenario hukumnya apa, kalau kembali maka skenario hukum apa? Itu harus jelas dulu diatur," ujarnya.





Loading...
DN05 | Agung Toyota 2