Selasa, 07 Juli 2020

NASIONAL

Ternyata Penyebutan 'Banyak Anak Banyak Rezeki' Dimulai di Zaman Ini

news24xx


Ilustrasi pekerja tanam paksa (Foto: Istimewa/internet) Ilustrasi pekerja tanam paksa (Foto: Istimewa/internet)

RIAU1.COM - Ungkapan 'banyak anak banyak rezeki' dipopulerkan pertama kali di era Kolonial Belanda oleh para pekerja tanam paksa.

Terutama di wilayah yang mewajibkan kebijakan di Pulau Jawa yang hidup di dataran rendah dinukil dari kumparan.com, Jumat, 5 Juni 2020.

Alasannya karena tenaga kerja menjadi faktor penting dalam menggerakan sistem kapitalisme yang dibawa oleh kolonial Belanda demi meraup kekayaan. 

Baca Juga: Ini Sejarah Sepeda Pertama di Indonesia

www.jualbuy.com

Membuat para pekerja tereksploitasi karena praktik kerja rodi yang amat menguras tenaga. 

Baca Juga: Kementan Produksi Massal Kalung Antivirus Corona, Achsanul Qosasi: Ini Obat Apa Jimat

Mereka lalu mengalami tekanan batin dan mendorong mengeksploitasi kelahiran demografis dengan cara melahirkan banyak anak sebagai simpanan tenaga kerja.

Anak dianggap dapat meningkatkan input tenaga kerja berupa investasi bagi keluarga agar dapat membantu menggarap lahan padi, karet, tebu dan lainnya.

Lama kelamaan meninggalkan bekas sejarah menganggap bahwa semakin banyak anak, semakin banyak pula rezeki karena terbantu dalam mengurus persawahan di masa kolonial.





loading...
Loading...