Senin, 01 Maret 2021

NASIONAL

Pernah Mendengar Jamaah Tabligh? Begini Sejarahnya di Indonesia

news24xx


Ilustrasi (Foto: Istimewa/internet) Ilustrasi (Foto: Istimewa/internet)

RIAU1.COM - Gerakan penyebaran dakwah kepada umat Muslim dalam rangka mempraktikkan kembali agama Islam atau yang dikenal di Indonesia sebagai jamaah tabligh di Tanah Air dimulai ketika terjadinya konflik global pada 2015 silam.

Kala itu Syekh Saad secara sepihak dianggap mengangkat dirinya sebagai Amir yang membuat protes yang dipimpin H. Abdul Wahab dari Pakistan dikutip dari kumparan.com, Jumat, 22 Januari 2021.

Padahal, jamaah tabligh sendiri didirikan oleh Syekh Muhammad Ilyas Al-Kandahlawi pada 1923 di New Delhi, India.

Baca Juga: Diikuti 70 Ribu Mitra Gojek, Jubir Satgas COVID-19 Sosialisasikan Protokol Kesehatan J3K dan Manfaat Vaksin



www.jualbuy.com

Beliau memperbarui Syura Alami dengan 11 orang dan menyatakan berpisah dari Nizamuddin. Insiden fisik terjadi. Kelompok kontra Saad dipersekusi. Kejadian ini membuat syura yang ada di Indonesia semula berjumlah 13 orang, terpecah ke dalam dua kubu.

Meskipun begitu, penyebaran jamaah tabligh dapat diterima dengan baik di Indonesia dan merekrut banyak kalangan dari lapisan non politik. Alasannya karena politik dan pemerintahan adalah hal yang tabu dibicarakan, karena fokus dari mereka adalah dakwah.

Biasanya, para jamaah keluar rumah untuk pergi berdakwah, keliling dari satu kampung ke kampung, dari satu negara ke negara lain.

Dimana, setiap anggota Jamaah Tabligh wajib khuruj tiga hari dalam sebulan, 40 hari dalam setahun, dan 4 bulan sekali sepanjang hidup.

Baca Juga: Gempa 5,1 Magnitudo di Padang Sidempuan Terasa Sampai ke Sibolga, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami





loading...
Loading...