Mantan Saksi PKS Masih Terbaring di RS Arifin Achmad Pekanbaru Akibat Penyakit Misterius
Hatta, saat didamping kedua orang tuanya, masih menjalani perawatan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Hatta Zailiyus, pria lulusan Jurusan Hubungan Internasional Universitas Riau (UNRI) masih terbaring lemas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, Jumat (17/5/2019). Mantan saksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di TPS 11, Kelurahan Binawidya, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, masih menderita sakit misterius.
Pantauan Riau1.com, Hatta terlihat masih tidur di ranjang. Tangannya tidak diikat lagi dengan seperti beberapa waktu lalu.
Di samping ranjang, ibunda Hatta juga tertidur lelap. Sedangkan saudaranya duduk di sisi lain sembari memegang telepon seluler.
Aktivitas di ruangan Kenanga RSUD Arifin Achmad masih sepi. Hanya perawat dan dokter keluar masuk kamar untuk memeriksa kondisi pasien di tiap kamar inap.
Diberitakan sebelumnya, Hatta mengerang kesakitan di ruang rawat inap Kenanga, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, Rabu (8/5/2019). Tiga dokter spesialis bergantian memeriksa penyakit yang dideritanya.
Usai menjenguk Hatta, anggota DPRD Pelalawan, Abdullah mengatakan, ia sudah berdiskusi dengan kedua orang tua Hatta. Terungkap, Hatta merupakan saksi PKS di TPS 11, Kelurahan Binawidya, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru.
"Setelah menjalankan tugasnya sebagai saksi PKS di TPS 11, kesehatan Hatta tidak ada masalah saat penghitungan suara hingga subuh pada 18 April 2019. Beberapa hari ke depan, Hatta bersikap biasa-biasa saja," ungkapnya.
Namun, Hatta mulai terlihat tidak sehat pada 25 Mei 2019. Hatta dilarikan ke RSUD Arifin Achmad.
"Artinya, jarak waktu Pemilu hingga masa dia mengalami sakit itu sekitar seminggu," ucap Abdullah.
Hari pertama di rumah sakit, Hatta masih bisa berkomunikasi dengan baik. Memasuki hari kedua, Hatta agak sulit berkomunikasi.
"Seluruh dokter spesialis mulai dari penyakit dalam, syaraf, dan ginjal sudah melakukan observasi. Penyakitnya belum diketahui," jelas Abdullah.
Pada hari ketiga, tim rukiah didatangkan untuk mengobati Hatta. Pada hari keempat dan kelima, kondisi Hatta mulai ada penurunan.
Sebenarnya, penyakit Hatta lebih dari dari psikis. Sedangkan menurut hasil rontgen, jantungnya sedikit membengkak.
"Kami juga sedang memantau, apakah penyakit yang diderita Hatta ini faktor medis atau non medis. Apakah ada hubungannya dengan Pemilu? Kami tidak bisa mendeteksi itu karena hubungannya sangat jauh," sebut Abdullah.
Makanya, anggot PKS Riau datang dan memantau dan berkomunikasi terus dengan keluarga Hatta. Kebetulan, Hatta juga terdaftar sebagai peserta Jamkesda Kota Pekanbaru.
"Sejauh ini, biaya pengobatan ditanggung Jamkesda. Meski begitu, Ketua DPW PKS juga langsung turun tangan untuk menindaklanjuti apa saja yang perlu didukung, termasuk upaya-upaya kita supaya Hatta segera sembuh," pungkas Abdullah.