Berjualan Bakso dari Bazar ke Bazar, Nurmini Mampu Sekolahkan Anak hingga ke Sumbar

27 Juni 2026
Seorang pembeli melakukan pembayaran bakso Gerai Az Zikra melalui QRIS di area Gelanggang Remaja Pekanbaru. Foto: Surya/Riau1.

Seorang pembeli melakukan pembayaran bakso Gerai Az Zikra melalui QRIS di area Gelanggang Remaja Pekanbaru. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -

Makanan jajanan kekinian tersusun rapi di atas meja panjang. Puluhan bakso tersusun di dalam kotak penyimpan makanan. 

Sementara itu, sosis berukuran panjang disusun menyerupai piramida. Di dalam gelas-gelas plastik terdapat telur gulung dan naget yang dilengkapi dengan saus sambal saset.

Di sisi lain, bakso terus dipanaskan agar tetap hangat. Inilah Gerai Az Zikra, usaha kuliner milik Nurmini Asmar. 

Perempuan beranak empat ini menikmati pekerjaannya sebagai pedagang kuliner di bazar yang digelar oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) Regional Office 2 Pekanbaru. Dalam bazar itu, ia harus memajang kode QRIS BRI sebagai sarana transaksi nontunai dengan para pembeli. 

Kode QRIS BRI ditempatkan di antara jajanan yang dijualnya. Bazar tersebut digelar di halaman Stadion Gelanggang Remaja, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru. Deretan gerai kuliner itu menjadi pusat perbelanjaan bagi penonton yang ingin menyaksikan penampilan grup musik Letto.

Gerai Az Zikra telah didirikan Nurmini sejak empat tahun lalu setelah pandemi COVID-19. Ia mengaku memang hobi memasak. 

Untuk menu bakso, ia terus belajar hingga menemukan cita rasa yang disukai pembeli. Sembari berjualan bakso, Nurmini terus berinovasi. 

Salah satu inovasinya adalah bakso pedas gila. Varian terbarunya adalah bakso berbumbu jamur.

Pada awal merintis usaha kuliner ini, Nurmini berjualan dari satu bazar ke bazar lainnya pada momen-momen tertentu. Sejak saat itu, ia memberanikan diri memasarkan bakso buatannya secara daring melalui status WhatsApp dan unggahan di Instagram. Selama empat tahun terakhir, penjualan baksonya terus meningkat

"Sebenarnya, harga bakso yang saya jual bergantung pada biaya sewa stan. Kalau biaya sewanya tinggi, harga bakso juga saya naikkan," ucapnya.

Berjualan bakso secara daring tidak selalu ramai. Ada kalanya Nurmini hanya memperoleh omzet sekitar Rp54 ribu. 

Makanya, Nurmini lebih senang berjualan di bazar. Omzet yang diperolehnya dapat mencapai Rp8 juta dalam sehari.

Seiring berjalannya waktu, permintaan bakso terus meningkat. Nurmini pun merekrut karyawan untuk membantunya mengolah bahan baku di rumahnya, Jalan Kesadaran, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya.

Seorang karyawan bertugas membuat bakso. Sedangkan karyawan lainnya mempersiapkan bahan untuk telur gulung dan aci telur. 

Seluruh proses pengolahan bahan baku harus rampung dalam dua hari. Agar bakso tidak terlalu lama disimpan, Nurmini menugaskan karyawannya yang lain menjual bakso menggunakan gerobak dagang bermotor.

"Sekarang, karyawan saya berjumlah tiga orang," ujar Nurmini.

Ia harus bekerja keras. Karena, ada empat anaknya yang harus dinafkahi.

"Dua anak saya sedang kuliah. Anak ketiga masih bersekolah di SMP IT. Sedangkan anak keempat akan masuk SMK tahun ini," kata Nurmini.

Anak pertama menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Riau (UMMRI) di Pekanbaru. Sementara itu, anak keduanya berkuliah di Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatra Barat (Sumbar).

Dalam berjualan bakso di berbagai bazar, Nurmini mengandalkan QRIS BRI sebagai sarana transaksi nontunai. Ia telah menggunakan layanan tersebut selama tiga tahun.

"Pernah suatu hari QRIS BRI saya rusak. Kemudian, petugas BRI menggantinya dengan QRIS yang baru dalam waktu tiga hari dan langsung mengantarkannya ke rumah. Saya sudah menjadi nasabah BRI sejak remaja hingga sekarang," ungkap Nurmini.

Tentu saja, transaksi melalui QRIS BRI memudahkan Nurmini. Ia tidak perlu lagi membawa uang tunai lagi kemana pun. Karena, pembayaran bahan baku bakso juga dilakukan menggunakan QRIS.

Kesempatan berbeda, Junior Manager Retail Transaction Department Region 2 Pekanbaru Pitra Suci saat dihubungi mengatakan, jumlah QRIS yang tersebar sebanyak 171.926. Jumlah ini berdasarkan data terakhir pada 30 April 2026.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru Guswandi mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru didorong oleh konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah pada triwulan pertama tahun ini. Jika dilihat berdasarkan lapangan usaha, terdapat tiga sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi tersebut, yakni perdagangan, industri pengolahan dan konstruksi. Sektor perdagangan yang dimaksud antara lain mencakup usaha kuliner yang terus berkembang di Pekanbaru.

"Industri pengolahan juga menjadi sektor dengan kontribusi terbesar kedua terhadap pertumbuhan ekonomi. Sektor ini mencakup berbagai kegiatan usaha, termasuk dari kuliner seperti pembuatan kue. Adapun sektor dengan kontribusi terbesar ketiga adalah konstruksi," ujarnya.

Guswandi menjelaskan, sektor konstruksi yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi meliputi berbagai kegiatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang dilakukan Pemko Pekanbaru, termasuk perbaikan jalan. Aktivitas tersebut turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang mendekati delapan persen.

Berbagai program dan pembangunan yang dilakukan Pemko Pekanbaru turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Sehingga, masyarakat merasa lebih nyaman dalam menjalankan usahanya.

"Kami mengetahui bahwa usaha kuliner berkembang pesat di Pekanbaru, salah satunya di Jalan Cut Nyak Dien. Aktivitas ekonomi seperti itulah yang turut menggerakkan perekonomian Kota Pekanbaru hingga tumbuh mendekati delapan persen," sebut Guswandi.

Aktivitas kuliner di Pekanbaru mulai bergeliat setelah pandemi Covid-19 berakhir pada akhir 2022. Demi memenuhi kebutuhan hidup, Nurmini terus berjuang mengembangkan usahanya. 

Terlebih, keempat anaknya masih menempuh pendidikan. Berawal dari coba-coba, kini ia menikmati hasil jerih payahnya sebagai pedagang bakso yang berjualan dari satu bazar ke bazar lainnya.