BGN Tegaskan Fleksibilitas Kemitraan Yayasan Demi Kelancaran Program Makan Bergizi

30 Maret 2026
Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya. Foto: Istimewa.

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Badan Gizi Nasional (BGN) tidak mengatur besaran kontribusi yang diminta yayasan kepada mitra dalam pelaksanaan program Makan Bergizi (MBG). Namun demikian, BGN siap memfasilitasi pergantian yayasan apabila praktik tersebut dinilai menghambat jalannya program.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya di Pekanbaru, beberapa waktu lalu, mengatakan, terdapat dua kategori kemitraan, yakni mitra yang sekaligus menjadi pemilik fasilitas dan yayasan, serta mitra yang bekerja sama dengan yayasan milik pihak lain. Perbedaan ini kerap memunculkan dinamika, terutama terkait besaran kontribusi yang diminta oleh yayasan.

“BGN tidak mengatur hubungan keuangan antara mitra dan yayasan. Karena hal tersebut merupakan ranah kerja sama internal. Namun, apabila terdapat kendala yang berpotensi menghambat program, kami akan mempermudah proses pergantian yayasan,” ujarnya.

Dalam praktiknya, terdapat variasi nominal kontribusi yang diminta yayasan kepada mitra, mulai dari Rp800 hingga Rp1.300 per porsi. Kondisi ini dinilai dapat memberatkan mitra, terutama jika tidak sejalan dengan kualitas layanan yang diharapkan.

Keberlangsungan dan kualitas program MBG harus menjadi prioritas utama. Tingginya kontribusi yang diminta yayasan diingatkan tidak sampai berdampak pada penurunan mutu makanan yang disajikan kepada masyarakat.

“Jangan sampai program ini terhambat. Apalagi kualitas makanan menurun hanya karena beban biaya dari yayasan yang terlalu tinggi,” ucap Sony.

Para mitra didorong untuk tidak ragu mengambil langkah tegas dengan berpindah yayasan apabila kerja sama yang berjalan dinilai tidak sehat. BGN akan memberikan dukungan penuh demi memastikan program tetap berjalan optimal.

Sony juga berharap adanya keterbukaan dan evaluasi dari pihak yayasan. Dengan komunikasi yang baik, yayasan dapat menyesuaikan kebijakan agar tidak memberatkan mitra.

“Harapannya, yayasan dapat lebih bijak dan menyesuaikan diri. Sehingga, program MBG dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya.