Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Prakoso. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terus mendorong penguatan pemahaman ideologi Pancasila, khususnya di kalangan generasi muda. Pendekatan pendidikan formal menjadi strategi utama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila.
Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Prakoso di Pekanbaru, beberapa waktu lalu, mengatakan, sosialisasi ideologi Pancasila lebih banyak menyasar masyarakat umum atau kalangan dewasa selama ini. Namun, untuk generasi Z yang masih berada di bangku sekolah, penguatan nilai tersebut dilakukan melalui jalur pendidikan.
“Pendidikan Pancasila sangat penting bagi kaum milenial dan generasi muda. Saat ini, mata pelajaran Pancasila telah diwajibkan di berbagai jenjang pendidikan,” ujarnya.
Mata pelajaran tersebut diterapkan mulai dari pendidikan dasar hingga menengah, termasuk di sekolah umum maupun lembaga pendidikan berbasis keagamaan seperti madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, hingga aliyah. Sebagai bentuk dukungan, BPIP telah menerbitkan sebanyak 24 buku teks utama pendidikan Pancasila, yang terdiri atas 12 buku untuk guru dan 12 buku untuk siswa. Buku-buku tersebut digunakan sebagai rujukan resmi dalam pelaksanaan pembelajaran Pancasila di seluruh Indonesia.
“Materi ini disampaikan secara formal melalui kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sehingga, nilai-nilai Pancasila dapat dipahami dan diterapkan sejak dini,” jelas Prakoso.