Hadapi Kondisi Berat, Suryana Hakim Siap Benahi Perumdam Tirta Siak Pekanbaru

7 Februari 2026
Plt Direktur Perumdam Tirta Siak Suryana Hakim. Foto: Surya/Riau1.

Plt Direktur Perumdam Tirta Siak Suryana Hakim. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Dewan Pengawas yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Siak Suryana Hakim menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kinerja operasional perusahaan. Meski, ia dihadapkan pada kondisi yang tidak mudah.

Suryana usai menerima SK jabatan Plt Direktur Perumdam Tirta Siak, Jumat (6/2/2026), menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya untuk mengemban amanah sebagai Dewan Pengawas sekaligus Plt Direktur Perumdam Tirta Siak. Ia tahu bahwa jabatan yang diemban ini bukan tugas yang mudah.

"Apalagi, melihat kondisi Perumdam Tirta Siak saat ini,” katanya.

Perumdam Tirta Siak tidak hanya berfungsi sebagai perusahaan daerah. Perumdam Tirta Siak etapi juga memegang peran strategis sebagai penyedia Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang air minum bagi masyarakat. Oleh karena itu, keberlangsungan dan kualitas layanan menjadi hal yang sangat krusial.

Perumdam Tirta Siak memegang standar pelayanan minimal. Air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan menyangkut hajat hidup orang banyak,” jelas Suryana.

Tugas yang diembannya bersifat sementara hingga ditetapkannya direktur definitif. Meski demikian, ia berupaya maksimal agar operasional perusahaan tetap berjalan dengan baik selama masa transisi.

Masalah satu tantangan terbesar yang dihadapi Perumdam Tirta Siak adalah tingginya angka Non-Revenue Water (NRW) atau kehilangan air akibat kebocoran dan faktor teknis lainnya. Kondisi tersebut dinilai menjadi sumber kerugian perusahaan sekaligus membebani keuangan daerah.

“NRW kami masih tinggi. Air yang terbuang akibat kebocoran ini menjadi kerugian bagi Perumdam dan berdampak pada beban fiskal,” ungkap Suryana.

Selain itu, ia juga menyoroti kewajiban pembayaran kepada mitra kerja sama melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang berpotensi menjadi beban tambahan, baik bagi Perumdam Tirta Siak maupun Pemko Pekanbaru. Ke depan, ia menekankan pentingnya efisiensi keuangan, optimalisasi pelayanan kepada pelanggan, serta pembenahan sistem operasional.

"Saya ingin Perumdam Tirta Siak dapat menjalankan fungsinya secara lebih efektif dan berkelanjutan," harap Suryana.