Kejar PAD Rp1,3 Triliun, Bapenda Pekanbaru Fokus Dukung Program Prioritas Wali Kota
Plt Kepala Bapenda Pekanbaru Tengku Denny Muharpan. Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru menyatakan optimisme tinggi terhadap pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditetapkan lebih dari Rp1,3 triliun pada tahun ini. Target tersebut dipandang sebagai motor penggerak utama dalam mendukung visi Wali Kota Pekanbaru periode 2024-2029 untuk mewujudkan kota yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda Kota Pekanbaru Tengku Denny Muharpan, Jumat (9/1/2026), menegaskan, capaian PAD tidak semata-mata dimaknai sebagai angka statistik. Melainkan, capaian PAD merupakan instrumen strategis untuk membiayai berbagai program prioritas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Program tersebut meliputi pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, peningkatan layanan pendidikan, hingga penguatan jaminan kesehatan bagi warga Kota Pekanbaru.
“Sesuai dengan misi wali kota dalam mewujudkan perekonomian yang adil dan merata, kami terus melakukan akselerasi melalui langkah intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah. Kami fokus memperkuat pengawasan terhadap objek pajak potensial. Namun, kami tetap mengedepankan pelayanan yang humanis dan berkeadilan,” katanya.
Bapenda tengah menggali berbagai potensi pendapatan dari sektor-sektor yang belum tergarap secara optimal selama ini. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemko Pekanbaru dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah guna menopang pembangunan kota yang berkelanjutan.
“Langkah yang kami tempuh bukan semata penagihan pajak, tetapi juga penguatan regulasi kebijakan keuangan daerah dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan. Beban pajak ditetapkan secara proporsional agar iklim usaha tetap kondusif dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi menuju kesejahteraan masyarakat,” sebut Denny.
Dengan strategi yang terukur dan pendekatan pelayanan yang berorientasi pada kepatuhan sukarela, Bapenda optimistis target PAD tahun 2026 dapat tercapai. Hal ini sekaligus menjadi fondasi kuat bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.