Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho sahur bersama 2.000 pengendara ojol di Kawasan Purn MTQ. Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Momentum Ramadan menjadi catatan penting bagi pekerja sektor informal berbasis digital di Indonesia. Pemko Pekanbaru menggelar kegiatan Sahur On The Road bersama lebih dari 2.000 pengemudi ojek daring (ojol) dalam sebuah agenda kolaboratif yang dinilai sebagai yang pertama dilakukan oleh kepala daerah di Tanah Air.
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Purna MTQ Pekanbaru pada Minggu (1/3/2026) dini hari. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang santap sahur bersama.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho turun langsung berdialog dengan para pengemudi, menyerap aspirasi, hingga melakukan konvoi menuju Masjid Agung An Nur Provinsi Riau untuk melaksanakan salat Subuh berjemaah. Kegiatan tersebut juga diikuti pengemudi nonmuslim sebagai wujud solidaritas dan kebersamaan lintas iman serta profesi.
Agenda ini bermula dari komentar seorang pengemudi ojol di media sosial (medsos) yang meminta agar wali kota mengajak mereka berkumpul dan berdialog. Respons cepat itu diwujudkan dalam kegiatan berskala besar yang dihadiri ribuan pengemudi dari berbagai platform.
Perwakilan pengemudi menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemko Pekanbaru, terutama terhadap perbaikan infrastruktur jalan yang berdampak langsung pada kenyamanan dan efisiensi kerja mereka. Dalam kesempatan tersebut, Pemko Pekanbaru bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan tunjangan hari raya sebesar Rp200 ribu kepada pengemudi ojol muslim yang hadir.
Sementara itu, sebagai bentuk penghormatan atas kebersamaan lintas iman, bantuan kepada pengemudi nonmuslim diberikan secara pribadi oleh Wali Kota Agung dengan nominal setara. Langkah ini memastikan seluruh peserta memperoleh perhatian tanpa membedakan latar belakang agama.
Selain pembagian bantuan, panitia juga menyerahkan lima unit sepeda motor kepada pengemudi yang beruntung, membagikan helm dan bibit pohon dari Polresta Pekanbaru, serta mengundi satu unit sepeda motor persembahan BRK Syariah. Pemko Pekanbaru juga menyatakan komitmen membangun 1.000 titik WiFi gratis yang akan menjangkau berbagai wilayah kota, termasuk pangkalan atau basecamp pengemudi ojol.
Wali Kota Agung menyampaikan, Pekanbaru bukan hanya milik orang-orang yang bekerja di perkantoran. Melainkan, Pekanbaru ini juga milik para pekerja jalanan yang menggerakkan roda perekonomian setiap hari.
"Kemajuan kota berdiri atas kerja keras seluruh warga tanpa terkecuali," ujarnya.
Secara nasional, pekerja berbasis aplikasi menjadi bagian penting dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia. Langkah yang ditempuh Pemko Pekanbaru dinilai sebagai cerminan kepemimpinan daerah yang responsif, inklusif, dan hadir langsung di tengah masyarakat.
Di tengah dinamika sosial dan ekonomi nasional, pendekatan kepemimpinan yang merangkul dan mendengar aspirasi masyarakat menjadi kebutuhan. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berkaitan dengan fisik dan anggaran, tetapi juga menyangkut empati, keberpihakan, serta persatuan dalam keberagaman.