Pemko Pekanbaru Bentuk Satgas Penertiban Kabel Fiber Optik

10 Januari 2026
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Surya/Riau1.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru berencana membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menertibkan dan menata kabel fiber optik yang dinilai mengganggu estetika kota serta berpotensi membahayakan warga. Langkah ini merupakan hasil rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Sabtu (10/1/2026), mengatakan, keberadaan kabel fiber optik yang semrawut telah menimbulkan kesan kumuh di sejumlah ruas jalan. Di beberapa titik, banyak tiang fiber optik dengan puluhan kabel yang ditemukan menumpuk pada satu tiang.

“Kondisi ini sangat mengganggu dan berpotensi membahayakan. Dalam satu titik bisa berdiri banyak tiang dengan kabel yang sangat padat,” ujarnya.

Melalui koordinasi bersama Forkopimda, Pemko Pekanbaru akan membentuk tim satgas lintas instansi. Hal ini guna merumuskan langkah-langkah penataan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

"Tujuannya, agar penataan kota dapat dilakukan secara tertib, aman, dan berkelanjutan," jelas Markarius.

Pemko akan mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan peringatan terlebih dahulu kepada para vendor penyedia jaringan fiber optik. Saat ini, tercatat sekitar 11 perusahaan vendor yang beroperasi di Kota Pekanbaru.

“Seharusnya, jika satu vendor satu kabel, maka paling banyak hanya sekitar 11 kabel. Namun di lapangan ditemukan puluhan kabel dalam satu tiang. Ini menandakan banyak kabel yang sudah tidak fungsional tetapi tidak dibongkar,” ungkap Markarius.

Akibatnya, satu tiang terus ditambah kabel baru tanpa penataan yang jelas. Sehingga, kondisi ini memperparah kondisi visual dan keamanan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemko Pekanbaru mulai mengkaji penerapan sistem jaringan bawah tanah (underground line).

“Kami ingin memulai pemasangan kabel fiber optik di bawah tanah. Mungkin akan dimulai di beberapa ruas jalan terlebih dahulu sebagai tahap awal,” ungkap Markarius.