Wawako Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru terus meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di tengah cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Sejumlah langkah mitigasi mulai dijalankan guna menekan risiko dan dampak bencana yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Upaya tersebut disampaikan Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar saat membuka kegiatan penyampaian laporan akhir penyusunan dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Tahun 2026–2030 di Aula Mal Pelayanan Publik (MPP), Jumat (28/11/2025).
RPB menjadi dokumen strategis dalam penyusunan peta jalan penanggulangan bencana di Kota Pekanbaru. Dokumen ini diharapkan mampu menurunkan risiko berbagai jenis bencana yang mungkin terjadi.
“Sehingga, risiko potensi bencana itu bisa turun, berkurang. Saat ini, bencana tidak hanya terkait banjir,” ujar Markarius.
Ancaman hidrometeorologi di Pekanbaru mencakup banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga kebakaran rumah. Karena itu, berbagai organisasi perangkat daerah dilibatkan dalam penguatan koordinasi dan mitigasi dini.
"Sekitar 70 persen wilayah Pekanbaru memiliki potensi banjir. Untuk itu, kami melakukan intervensi melalui normalisasi drainase dan sungai, serta pembangunan infrastruktur irigasi tambahan," ucap Markarius.
Selain upaya teknis, Pemko Pekanbaru juga telah menggelar apel kesiapsiagaan bersama berbagai instansi beberapa waktu lalu di kawasan MPP. Apel tersebut menjadi penanda kesiapan aparat dalam menghadapi potensi banjir dan longsor hingga akhir tahun.