Rumah Singgah Tuan Kadi Jadi Etalase Budaya, Delegasi IMT-GT GCMC Disuguhi Kuliner dan Durian Riau
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyambut hangat para delegasi Green Cities Mayor Council (GCMC) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) dalam acara gala dinner yang digelar di halaman Rumah Singgah Tuan Kadi, Rabu (5/8/2026) malam. Jamuan tersebut menjadi ajang mempererat hubungan antarkepala daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi kreatif Kota Pekanbaru.
Dalam sambutannya, Agung mengungkapkan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Pekanbaru sebagai tuan rumah pertemuan internasional yang dihadiri para kepala daerah dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Kepercayaan ini merupakan bentuk penghargaan dari negara tetangga kepada Indonesia, khususnya Kota Pekanbaru.
"Atas nama Pemko Pekanbaru, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi," ujarnya.
Pertemuan IMT-GT GCMC bukan sekadar agenda seremonial. Melainkan, pertemuan para kepala daerah dari tiga negara ini merupakan momentum untuk saling bertukar inovasi dan gagasan dalam membangun kota yang lebih maju.
"Kami berharap apa yang baik dari Pekanbaru dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Sebaliknya, berbagai inovasi dari para delegasi juga dapat kami pelajari untuk diterapkan di Kota Pekanbaru," ucap Agung.
Pada malam keakraban tersebut, seluruh tamu disuguhi beragam kuliner khas Pekanbaru, mulai dari olahan ikan patin, ikan selais, hingga ikan pantau. Sebagai hidangan penutup, para delegasi menikmati durian asli Provinsi Riau yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.
"Buahnya selalu ada dan tak pernah terputus di Pekanbaru. Malam ini, kami sajikan kepada para delegasi yaitu durian dari Riau," ucapnya.
Selain kuliner, Agung turut memperkenalkan busana yang dikenakan para delegasi pada malam ini. Busana tersebut merupakan karya istrinya Sulastri sebagai Ketua TP PKK dan Sari Rahmawati, Wakil Ketua TP PKK melalui Dekranasda Kota Pekanbaru. Kain yang digunakan dibuat dari serat kelapa sawit dan akasia sebagai bentuk inovasi industri kreatif daerah.
"Ini menggambarkan bahwa pelaku ekonomi kreatif di Pekanbaru mampu menghasilkan karya yang berkualitas hingga dikenal di tingkat Asia bahkan internasional," jelasnya.
Para delegasi juga disuguhi penampilan grup musik Riau Rhythm, kelompok musik asal Pekanbaru yang dikenal memadukan musik Melayu dengan sentuhan modern. Grup tersebut telah tampil di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Australia.
"Grup musik ini menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Pekanbaru," tuturnya.
Menutup sambutannya, Agung berharap hubungan yang terjalin melalui forum IMT-GT GCMC tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Ia mengundang para delegasi untuk kembali berkunjung ke Pekanbaru, bahkan berinvestasi di ibu kota Provinsi Riau tersebut.
"Mudah-mudahan para delegasi betah di Pekanbaru, kembali berkunjung pada kesempatan lain, bahkan dapat berinvestasi di kota ini. Kami juga berharap suatu saat dapat berkunjung ke daerah para delegasi sebagai bentuk penguatan kerja sama antardaerah," pungkasnya.