Sekolah Tahfiz Al-Fatih Pekanbaru Perkuat Dukungan Pemerintah dan Strategi Pembinaan Hafiz

17 April 2026
Pendiri Sekolah Tahfiz Al-Fatih Anton Yuliandri. Foto: Surya/Riau1.

Pendiri Sekolah Tahfiz Al-Fatih Anton Yuliandri. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Dukungan pemerintah terhadap Sekolah Tahfiz Al-Fatih Pekanbaru terus mengalir dan semakin terasa dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini terlihat dari kunjungan rutin serta bantuan yang diberikan untuk menunjang kegiatan pendidikan.

Pendiri Sekolah Tahfiz Al-Fatih Anton Yuliandri usai kegiatan Khatmil Quran SMP IT Tahfizh Al-Fatih di Gedung Al-Fatih Islamic Center Jalan Rasamala, Komplek Perumahan Beringin Indah, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kamis (16/4/2026), mengungkapkan, kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru telah dua kali mengunjungi sekolah tersebut. Selain itu, para pengawas pendidikan juga aktif melakukan pembinaan dan pemantauan. 

“Dukungan pemerintah cukup maksimal. Kami juga menerima berbagai bantuan operasional pendidikan, baik untuk tingkat taman kanak-kanak melalui Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP), maupun Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk jenjang SD, SMP, dan SMA,” katanya.

Khusus untuk tingkat SMP, Sekolah Tahfiz Al-Fatih memperoleh tiga jenis bantuan BOS sekaligus, yakni BOS reguler, BOS kinerja, dan BOS prestasi. Capaian tersebut dinilai istimewa.

"Tidak semua sekolah mendapatkan tiga jenis bantuan tersebut secara bersamaan. Sementara itu, pada tingkat SMA, bantuan yang diterima umumnya hanya mencakup BOS dari pemerintah pusat dan daerah," ujar Anton.

Dalam hal pembinaan santri penghafal Alquran, pihaknya menerapkan strategi khusus dengan memberikan alokasi waktu dan anggaran yang besar. Porsi pembelajaran Alquran mencapai enam jam per hari, jauh lebih dominan dibandingkan kegiatan lainnya.

“Jika ingin unggul di suatu bidang, maka harus diberikan waktu, anggaran, dan tenaga pengajar yang memadai. Di Al-Fatih, prioritas utama adalah Alquran, kemudian kewirausahaan, baru disusul pelajaran lainnya,” jelas Anton.

Sekolah tersebut juga berkomitmen menghadirkan tenaga pengajar berkualitas dengan memberikan remunerasi yang layak. Saat ini, jumlah guru Sekolah Tahfiz Al-Fatih mencapai puluhan orang 

"Seluruhnya mendapatkan pembinaan khusus dalam bidang Alquran. Setiap guru yang belum memiliki kemampuan baca Alquran yang baik akan mengikuti pelatihan tahsin secara rutin setiap pekan," sebut Anton.

Program ini dipandu oleh pengajar senior guna memastikan kualitas bacaan terus meningkat.
Tak hanya itu, pihak sekolah juga menyelenggarakan program pengembangan kapasitas ke luar negeri. 

Setiap tahun, sejumlah guru dan siswa diberangkatkan ke Makkah untuk mengikuti dauroh selama satu bulan. Program ini bertujuan memperdalam kemampuan bahasa Arab serta meningkatkan kualitas hafalan Alqurab dengan bimbingan para syekh.

“Program ini bersifat opsional bagi yang mampu. Namun, program ini menjadi salah satu upaya kami dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengalaman internasional bagi guru maupun santri,” tutup Anton.