
Panen jagung di Jalan Uka, Kecamatan Binawidya Pekanbaru. Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Serapan jagung pipil oleh Bulog masih relatif rendah di Pekanbaru. Produksi komoditas ini di Pekanbaru juga belum besar, meskipun masih ada masyarakat yang menanam jagung.
Salah satu area penanaman jagung adalah di kawasan Uka, Kecamatan Binawidya. Sayangnya, hasil panen petani tidak sepenuhnya terserap Bulog. Karena, petani cenderung berorientasi pada harga jual yang lebih tinggi.
Kepala Bulog Riau-Kepri Ismed Erlando, Jumat (29/8/2025), menjelaskan, terdapat regulasi dalam pembelian jagung pipil, seperti kadar air harus di bawah 15 persen. Pengemasan juga harus sesuai standar.
“Kami tetap berkomitmen membeli jagung dari petani lokal sesuai regulasi dan harga pemerintah. Terkadang saat survei sudah dilakukan, menjelang panen jagung justru dijual ke pihak lain karena pertimbangan harga,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru Maisisco menegaskan, pihaknya akan segera menurunkan tenaga penyuluh pertanian untuk melakukan pengecekan lapangan. Langkah ini bertujuan memetakan potensi produksi jagung pipil agar stok di gudang Bulog dapat meningkat.
"Berdasarkan data yang ada, pasokan jagung pipil dari Provinsi Riau ke gudang Bulog Riau-Kepri saat ini baru mencapai sekitar 700 kilogram," ungkapnya.
Kesempatan berbeda, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Pekanbaru Muhammad Jamil menekankan, rendahnya pasokan jagung ke Bulog perlu menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kepentingan. Hal yang perlu dicermati adalah alasan petani lebih memilih menjual ke pihak lain.
"Jika itu bisa diatasi, maka ke depan hasil panen petani dapat lebih banyak terserap Bulog,” harapnya.
Sebagai tindak lanjut, dalam waktu dekat tim dari berbagai pihak terkait akan melakukan pengecekan lapangan. Tim ini sekaligus memetakan potensi lahan jagung pipil yang sedang dalam proses produksi.