SLB Santa Lusia Pekanbaru Resmi Beroperasi, Keuskupan Padang Peduli Anak Berkebutuhan Khusus
Uskup Keuskupan Padang Mgr Vitus Rubianto Solichin usai peresmian SLB Santa Lusia di Pekanbaru, Sabtu (10/1/2026). Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Keuskupan Padang mendukung pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus melalui pendirian Sekolah Luar Biasa (SLB) Santa Lusia di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Karena, wilayah pelayanan Keuskupan Padang meliputi Provinsi Sumatra Barat dan Riau.
Uskup Keuskupan Padang Monsinyur (Mgr) Vitus Rubianto Solichin di SLB Santa Lusia, Sabtu (10/1/2026), mengatakan, SLB yang dikelola Keuskupan Padang baru berdiri di Pekanbaru. Hal tersebut dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik yang memiliki kompetensi khusus dalam menangani anak-anak berkebutuhan khusus.
"Pendahulu saya telah secara khusus memanggil para suster yang memiliki spesialisasi di bidang pendidikan anak berkebutuhan khusus ke SLB ini. Para suster tersebut bahkan disekolahkan dan dipersiapkan secara profesional," ujarnya.
Agar, para suster ini memiliki keterampilan dan kompetensi sebagai pendidik bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Para suster ini memiliki profesionalitas dan keterampilan yang memadai.
"Karena, mereka memang persiapkan secara khusus untuk mendampingi dan mendidik anak-anak berkebutuhan khusus,” ungkap Uskup Vitus.
Upaya pelayanan pendidikan tersebut telah dimulai sejak 2012. Pada tahap awal, kegiatan belajar-mengajar dilakukan di sebuah rumah kontrakan.
Seiring berjalannya waktu, kepanitiaan dibentuk untuk merancang pembangunan SLB Santa Lusia di atas lahan yang berlokasi di Jalan Umban Sari Atas, Kecamatan Rumbai pada 2019. Pembangunan fisik dimulai secara bertahap.
Pada 2023, bangunan pertama yang didirikan adalah rumah tinggal bagi para suster. Pada masa itu, sebanyak sembilan anak berkebutuhan khusus ditampung dan mendapatkan pendampingan langsung di rumah para suster.
Pada tahun yang sama, pembangunan gedung utama SLB Santa Lusia juga mulai dilaksanakan dan akhirnya rampung pada 2025.
Gedung SLB Santa Lusia secara resmi diresmikan pada hari ini oleh Uskup Keuskupan Padang, Mgr Vitus Rubianto Solichin, bersama Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.Peresmian tersebut menandai dimulainya operasional penuh sekolah yang dikhususkan untuk memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Pekanbaru dan sekitarnya.
Seiring diresmikannya gedung SLB Santa Lusia, jumlah suster yang bertugas akan terus bertambah. Hal ini sejalan dengan semakin banyaknya suster yang telah menyelesaikan pendidikan khusus di bidang pendidikan anak berkebutuhan khusus.
“Awalnya, jumlah suster hanya tujuh orang. Dengan beroperasinya gedung SLB ini, jumlah tenaga pendidik akan terus ditingkatkan agar pelayanan pendidikan dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya.